
Pemerhati: Pencegahan Karhutla Jangan Sekedar Retorika
Sabtu, 21 Februari 2015 19:09 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Upaya pencegahan untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebaiknya jangan sekedar retorika di atas panggung yang pastinya tidak akan memberi dampak perbaikan bagi lingkungan yang terlanjur hancur.
Pemerhati lingkungan dari Universitas Riau Tengku Ariful Amri di Pekanbaru, Sabtu, mengatakan, saat ini untuk mengatasi Kerhutla dibutuhkan upaya nyata, tidak lagi retorika seperti yang selama ini dilakukan oleh banyak pejabat. Lakukan gerapan secara terpadu.
Menurut dia, upaya terpadu yang dilakukan adalah bentuk program pencegahan yang sejalan mulai dari pemerintah daerah kabupaten/kota hingga provinsi dan pusat.
Karena pada dasarnya, lanjut dia, persoalan Karhutla tidaklah bisa diselesaikan secara mandiri oleh pemda atau pemerintah pusat tanpa ada koordinasi yang singkron.
"Dengan demikian, kontribusi pemerintah pusat, provinsi hingga ke level kabupaten/kota harus menjadi satu kesatuan yang utuh," katanya.
Jadi, lanjut dia, perencanaan harus dimulai dari satu meja dan dirundingkan secara bersama-sama termasuk turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan hingga menentukan daerah prioritas untuk antisipasi Karhutla.
Perencanaan terpadu itu menurut dia harus dimunculkan sejak sekarang agar kejadian kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Sumatera atau seluruh daerah di Indonesia tidak kembali terulang.
Menurut dia juga, pemetaan daerah rawan Karhutla juga harus dilakukan secara merata, baik di Pulau Sumatera, Kalimantan dan pulau-pulau di Indonesia lainnya.
"Dengan demikian, jika hal itu dilakukan secara serius dan bersungguh-sungguh, maka Karhutla akan dapat teratasi dan tidak akan terus berulang setiap tahun hingga menimbulkan bencana kabut asap," katanya.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

