Logo Header Antaranews Riau

Blokade AS Dibalas Ancaman Keras, Iran Siap Tutup Jalur Perdagangan Teluk

Kamis, 16 April 2026 11:43 WIB
Image Print
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). (ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Exercise/pri.)

Istanbul (ANTARA) - Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ), Rabu, mengancam akan memblokir jalur ekspor dan impor di kawasan Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah sebagai respons atas blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran.

Jika AS, yang dianggap agresif dan teroris, terus melakukan tindakan blokade maritim ilegal serta menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak Iran, maka langkah-langkah tersebut akan dianggap sebagai awal untuk melanggar kesepakatan gencatan senjata, kata Komandan KCHQ Mayor Jenderal Ali Abdollahi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Fars.

Baca juga: Dampak Perang Makin Terkuak, Iran Alami Kerugian Rp4,6 Kuadriliun

Dia juga memperingatkan bahwa apabila blokade berlanjut, maka angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk terus berlayar di jalur perairan strategis, termasuk Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.

Sejak Senin (13/4), AS telah memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan-pelabuhan Iran setelah pembicaraan langsung mereka di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Baca juga: Hindari Serangan Houthi, Kapal Induk AS Putar Haluan Lewati Afrika Menuju Timur Tengah

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Menurut otoritas Iran, lebih dari 3.300 orang telah tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel di Iran sejak operasi militer itu dimulai.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026