Logo Header Antaranews Riau

ICRC Kecam Serangan Infrastruktur Sipil di Tengah Memanasnya Ancaman AS terhadap Iran

Senin, 11 Mei 2026 11:28 WIB
Image Print
Arsip foto - Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di di Paris untuk menentang usulan reformasi pensiun di Prancis, Sabtu (11/2/2023). (ANTARA/Xinhua/aa.)

Moskow (ANTARA) - Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Mirjana Spoljaric Egger pada Ahad (10/5) mengatakan pihaknya mengecam serangan terhadap fasilitas infrastruktur sipil di tengah ancaman AS terhadap Iran.

"Setiap ancaman yang disengaja terhadap warga sipil – dalam pernyataan dan tindakan – tidak dapat dibenarkan, tidak manusiawi, dan menghancurkan seluruh populasi. Kita tidak bisa menormalisasi perang tanpa batas. Kita harus mengembalikan kemanusiaan ke dalam percakapan soal konflik. Warga sipil dan infrastruktur yang mereka andalkan untuk bertahan hidup harus dilindungi," katanya.

Baca juga: Kapal Ditahan AS, Pakistan Cari Bantuan Singapura untuk Evakuasi Pelautnya

Hal itu disampaikan Spoljaric saat wawancara dengan kantor berita IRNA Iran, ketika ditanya tentang ancaman serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan Iran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada April lalu.

Pada Kamis Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran tidak segera menandatangani kesepakatan dengan AS.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Pada 7 April kedua pihak bertikai mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Baca juga: Iran Kaji Aturan Baru: Pungutan dan Pembatasan Kapal di Selat Hormuz Mengemuka

Pembicaraan selanjutnya antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesimpulan. Meski tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Hingga kini para mediator masih terus berupaya untuk memulai lagi pembicaraan mengakhiri konflik kawasan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026