Logo Header Antaranews Riau

Jeruji tak halangi produktivitas, warga binaan Lapas Selatpanjang panen perdana

Rabu, 15 April 2026 19:38 WIB
Image Print
Kepala Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Yopi Febrianda (dua dari kanan) bersama jajarannya menunjukkan hasil panen kangkung yang memberdayakan warga binaan pada program ketahanan pangan di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (15/4/2026). (ANTARA/HO-Lapas Selatpanjang)

Selatpanjang (ANTARA) - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selatpanjang melaksanakan panen perdana program ketahanan pangan di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu.

Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Yopi Febrianda, didampingi jajaran pejabat struktural, staf, serta melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang selama ini aktif mengelola lahan.

Program bertajuk Ketahanan Pangan Lapas Selatpanjang (Ketapang Lasepa) itu menghasilkan berbagai komoditas hortikultura. Pada panen perdana, warga binaan berhasil memetik terong, kangkung, kacang panjang, cabai rawit, hingga semangka.

Sementara itu, tanaman lain seperti timun, melon, jagung, cabai merah keriting, dan daun bawang masih dalam proses pertumbuhan.

Kepala Lapas Selatpanjang, Yopi Febrianda, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

“Program ini bertujuan agar warga binaan memiliki keterampilan dan mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah bebas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan lahan saat ini melibatkan empat warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Pembekalan ini menjadi modal penting bagi mereka, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Yopi menyebutkan lahan yang disiapkan untuk program ini mencapai sekitar 4 hektare, namun baru sekitar 1 hektare yang telah digarap secara optimal.

“Ke depan, sisa lahan akan kami kembangkan untuk sektor lain seperti perikanan dan peternakan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan program dilakukan secara swadaya melalui iuran pegawai Lapas Selatpanjang.

“Hasil panen akan dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan di dalam lapas,” pungkasnya.

Melalui program ini, Lapas Selatpanjang tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga memberikan bekal keterampilan nyata bagi warga binaan sebagai langkah menuju kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026