Logo Header Antaranews Riau

Uni Eropa Nyaris 100% Bergantung pada China untuk 17 Bahan Baku Kunci

Sabtu, 11 April 2026 16:03 WIB
Image Print
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.)

Moskow (ANTARA) - Uni Eropa (UE) hampir 100 persen bergantung terhadap China untuk 17 bahan baku utama, kata Wakil Presiden Eksekutif Komisi Uni Eropa untuk Kemakmuran dan Strategi Industri, Stephane Sejourne, pada Jumat.

"Terdapat 17 bahan baku utama, dan ketergantungan terhadap China untuk bahan-bahan tersebut praktis mencapai 100 persen," kata Sejourne di European Pulse Forum di Madrid.

Baca juga: Eropa Serukan Redam Ketegangan Saat Konflik Iran Terus Memanas

Situasi tersebut membahayakan keamanan ekonomi Uni Eropa, terutama ketika beralih ke ekonomi yang lebih terdigitalisasi, imbuhnya.

Pada saat yang sama, Uni Eropa berupaya mengurangi ketergantungan terhadap negara mana pun hingga di bawah 60 persen dengan mengembangkan pertambangan dan pengolahan bahan mentah di dalam Eropa, serta mendiversifikasi pasokan melalui kerja sama dengan mitra lain, kata Sejourne.

Adapun China, negara itu "menurunkan harga, terkadang cukup agresif" untuk membuat investasi Eropa tidak menguntungkan dan menghambat implementasi pengurangan ketergantungan, kata wakil presiden itu.

Oleh karena itu, Uni Eropa tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama dengan negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan, kata Sejourne.

Baca juga: Uni Eropa Tegas soal Greenland: Kedaulatan Tak Bisa Diperjualbelikan

Pejabat itu menambahkan bahwa blok tersebut menekankan implementasi strategi tersebut dalam 12 bulan ke depan dengan mengalokasikan sekitar 3 miliar euro (sekitar Rp60 triliun).

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026