Logo Header Antaranews Riau

Menko Polkam RI tinjau fasilitas penanganan karhutla RAPP usai apel kesiapansiagaan

Kamis, 5 Maret 2026 12:23 WIB
Image Print
Fire Mineral Coordinator-Fire & Aviation Dept, Widi Santoso didampingi SHR Manager RAPP, Wijatmoko Rah Trisno, memberikan paparan kepada Menkopolkam RI, Jenderal (Purn) Djamari Chaniago dan Menhut RI, Raja Juli Antoni disaksikan KABASARNAS Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto dan PLT Gubernur Riau Ir. SF Hariyanto (ANTARA/HO-RAPP)

Pekanbaru, (ANTARA) - Menteri Koordinator Politik dan Kemanan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Djamari Chaniago memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan nasional 2026 di Provinsi Riau bertempat di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis.

Usai melaksanakan apel, Menkopolkam RI, Jenderal (Purn) Djamari Chaniago dan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dan Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto meninjau fasilitas penanganan karhutla perusahaan salah satunya dari PT Riau Andalan Pulp and Paper.

Fire Mineral Coordinator- Fire and Aviation Dept RAPP Widi Santoso didampingi Manager SHR RAPP, Wijatmoko Rah Trisno dalam paparannya menyampaikan PT RAPP berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut kami lakukan melalui berbagai langkah mitigasi secara berkelanjutan, terutama di area yang berpotensi rawan kebakaran.

"Perusahaan secara rutin melakukan patroli darat dan pemantauan udara menggunakan teknologi drone, serta aktif melakukan sosialisasi kepada karyawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pencegahan karhutla. Selain itu, sejumlah posko siaga juga disiapkan di titik-titik rawan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan," katanya.

Apabila terjadi kebakaran, lanjutnya tim disiagakan untuk melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi dengan dukungan armada pemadam, helikopter pemantauan, serta berbagai peralatan pemadaman guna memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.

Menurutnya setiap tahun, APRIL secara rutin mengumumkan periode rawan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan tim operasi kebakaran untuk memantau dan memadamkan titik panas serta kebakaran di area konsesi. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk membantu pemadaman api yang terjadi dalam radius 3 kilometer dari batas wilayah konsesinya.

"Pengumuman ini merupakan bagian penting dari pendekatan terpadu APRIL dalam pengelolaan kebakaran hutan dan lahan, serta mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah, pemegang konsesi lainnya, dan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran di musim kemarau," sebutnya.

Dia mengatakan pencegahan tetap menjadi pilar utama strategi manajemen karhutla APRIL. Sejak 2014, APRIL telah menjalankan Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program/FFVP) sebagai inisiatif edukatif dan kolaboratif dengan masyarakat desa untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.

"Hingga saat ini, FFVP telah menjangkau 42 desa dengan cakupan area lebih dari 900.000 hektare dan berhasil menurunkan lebih dari 90% insiden karhutla sejak program dimulai," ungkapnya

Saat ini tambahnya investasi APRIL untuk pencegahan dan Penanggulangan Karhutla sudah ada berupa 2 helikopter dan airboat, 33 unit kendaran patroli dan pemantauan cuaca di estate, 495 pompa air, 3.773 selang dalam berbagai ukuran, 7 lokasi pemantauan kabut asap di wilayah Riau, dan 59 unit CCTV.

Selain itu, sejak tahun 2018, APRIL menyelesaikan pembangunan Fire Coordination Centre untuk mendukung operasional pemantauan dan penanggulangan kebakaran. Perusahaan telah memiliki 1.095 petugas pemadam kebakaran profesional, 1.875 relawan pemadam kebakaran yang telah dilatih, dan relawan tersebar di 125 desa

"Fire Emergency Respond Team (FERT) yang terdiri dari 30 petugas pemadam kebakaran khusus yang siaga 24/7, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026