Logo Header Antaranews Riau

Faktor Sosial Picu Menurunnya Kualitas Tidur Remaja

Selasa, 3 Maret 2026 15:42 WIB
Image Print
Ilustrasi seseorang tidur. (ANTARA/HO-Pexels/Acharaporn Kamornboonyarush)

Jakarta (ANTARA) - Studi baru yang diterbitkan JAMA menemukan remaja yang tidur kurang dari lima jam setiap malam memiliki kecenderungan yang meningkat drastis karena adanya faktor sosial sebagai penyebabnya.

Ditulis laman New York Post, Senin (2/3) waktu setempat, penelitian tersebut menyebut jam sekolah yang dimulai terlalu pagi dan penggunaan layar hingga larut malam membuat para remaja secara konsisten mendapatkan tidur kurang dari delapan hingga 10 jam yang direkomendasikan.

“Intinya, ada krisis tidur pada remaja dan situasinya semakin memburuk, Ini telah menjadi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang serius,” kata direktur klinis kesehatan perilaku digital di Northwell Health Dr. Courtney Bancroft.

Baca juga: Enam Jam Tidur Tak Cukup, Otak Bisa Alami Perubahan Serius

Para peneliti melacak data selama 16 tahun dan menemukan bahwa persentase siswa yang kurang tidur meningkat dari 69 persen pada tahun 2007 menjadi hampir 77 persen pada tahun 2023.

Meskipun waktu penggunaan ponsel biasanya menjadi penyebabnya, penelitian menemukan bahwa remaja yang menggunakan ponsel atau tablet kurang dari empat jam sehari juga memiliki kualitas tidur yang buruk.

Bancroft mengatakan faktor sehari-hari dapat berkontribusi pada kurangnya tidur di luar seberapa sering anak-anak menatap layar, termasuk hari sekolah yang panjang, kegiatan ekstrakurikuler, dan kehidupan sosial yang sibuk. Ada juga faktor biologis yang berperan.

“Pergeseran pola tidur sirkadian pada remaja terjadi ketika otak mereka mulai memiliki ritme sirkadian yang berbeda dibandingkan saat mereka masih kecil. Jadi, mereka tidak mulai memproduksi melatonin hingga sekitar pukul 11 malam, artinya mereka benar-benar tidak merasa mengantuk hingga waktu itu,” katanya.

Dampak negatif kurang tidur sudah terdokumentasi dengan baik, terutama bagi remaja berkontribusi pada krisis kesehatan mental yang berisiko mengalami depresi, kecemasan, gangguan fungsi otak, dan multiple sclerosis di kemudian hari, dan kecenderungan bunuh diri.

Baca juga: Tidur Bukan Sekadar Istirahat, tapi Fondasi Utama Kesehatan!

Kurang tidur berdampak hampir sama pada semua remaja, termasuk mereka yang tidak terlibat dalam perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat.

Meskipun membatasi penggunaan telepon dan waktu layar sebelum tidur tentu dapat membantu, Bancroft mengatakan sangat penting untuk bekerja sama dengan biologis remaja untuk mengatasi waktu mulai sekolah yang terlalu pagi.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026