
Para Tokoh Minta Gubernur Riau Islah

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Para tokoh masyarakat di "Bumi Lancang Kuning" meminta Gubernur Riau Annas Maamun dan beberapa pihak terkait segera mengakhiri perseteruan yang terjadi demi kelanjutan pembangunan di provinsi tersebut, melalui islah.
"Ini bertentangan dengan tunjuk ajar Melayu. Kita sebagai orang Melayu, apalagi tokoh saling lontar melontar, hujat menghujat. Seharusnya ini bisa diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai kata mufakat," ujar tokoh Riau Suwardi di Pekanbaru, Rabu.
Sumardi mengatakan hal itu dalam konferensi pers yang didampingi Maizir Mit, Mardianto Manan, Suradi Paijan, Pof Dr Isjoni, Emrizal Pakis dan beberapa tokoh lainnya. Sedangkan Abbas Jamil, batal hadir karena alasan kesehatan.
"Aksi hujat yang dilakukan tokoh Riau yakni Syarwan Hamid dengan Annas Maamun sangat bertentangan dengan budaya Melayu yang menjunjung tinggi musyawarah sebagai solusi dalam penyelesaian masalah," katanya.
Prof Dr Isjoni, seorang akademisi Universitas Riau tersebut meminta kepada dua belah pihak yang berselisih paham untuk menahan diri dan melakukan islah karena jika dibiarkan berlarut, dikhawatirkan akan mengganggu jalannya roda pemerintahan.
"Isu ini sudah menjadi pembicaraan hangat di tingkat nasional. Hentikanlah hujat menghujat sesama kita," ucapnya.
Suradi Paijan, tokoh masyarakat dari etnis Jawa di Riau itu mengakui, isu pelecehan oleh gubernur Riau telah menimbulkan rasa penasaran banyak orang. "Banyak yang bertanya kepada saya, apakah itu isu benar terjadi. Saya bilang isu itu tidak jelas," katanya.
Sebagai pihak netral, dirinya meyakini ada kepentingan dari pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Annas Maamun dari kursi orang nomor satu di Riau.
"Kita tahu, Pak Annas melakukan berbagai kebijakan yang cukup berani seperti memangkas anggaran untuk para pejabat. Hibah yang dinilai tidak pantas, sekarang dipangkas. Mungkin ada yang merasa terkena dampak kebijakan itu," ucapnya.
Seperti diketahui, konflik terjadi antara tokoh masyarakat di Riau yakni Syarwan Hamid yang merupakan mantan Menteri Dalam Negeri era Presiden Habibie dan tokoh pendidikan Riau Soemardi Thaher yang melibatkan anaknya, Wide Wirawaty.
Wide, putri dari tokoh pendidikan Riau dan mantan anggota DPD Republik Iindonesia Soemardi Thaher, melaporkan Gubernur Riau Annas Maamun ke Badan Reserse Kriminal Polri dalam kasus dugaan tindakan asusila.
Berdasarkan Tanda Bukti Lapor, Wide Wirawaty melapor ke Bareskrim Polri pada 27 Agustus 2014 dengan laporan polisi Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim dengan terlapor Gubernur Riau Annas Maamun.
Pewarta : Muhammad Said
Editor:
Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026

