Logo Header Antaranews Riau

Kabut Asap Pekanbaru Menebal di Pagi Hari

Minggu, 2 Februari 2014 11:06 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Kabut asap dampak dari peristiwa kebakaran lahan atau hutan di Provinsi Riau pada Minggu tampak menebal menyelimuti udara pagi Kota Pekanbaru.

Hasil pantauan dari atas gedung dengan ketinggian 40 meter terlihat kabut asap menutupi jarak pandang sekitar 800 meter.

Gedung-gedung di tengah kota juga terselimuti kabut asap yang mulai memekat itu.

"Kalau dibandingkan dengan kemarin, jauh lebih pekat sekarang," kata Rinto (45), sopir taksi.

Walau demikian, ayah tiga anak ini mengaku masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa karena kabut asap belum begitu mengganggu.

Ia berharap pemerintah segera mengatasi persoalan kebakaran lahan atau hutan di Riau yang menjadi penyebab terjadinya kabut asap.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, satelite Terra dan Aqua mendeteksi kemunculan sebanyak 93 titik panas (hotspot) pada Kamis (1/2), terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis.

Di Kabupaten Bengkalis menurut catatan lembaga pemantau cuaca itu terdeteksi ada sebanyak 52 titik panas yang tersebar di sejumlah kawasan lahan atau hutan bahkan perkebunan.

Kemudian Satelit Terra dan Aqua juga mendeteksi keberadaan "hptspot" di Kabupaten Pelalawan yakni sebanyak 18 titik.

Kemudian di Kabupaten Siak terdeteksi 16 titik panas, Indragiri Hilir empat titik, dan di Kota Dumai sebanyak tiga "hotspot".

Terakhir titik panas juga terdeteksi berada di Kabupaten Rokan Hilir yakni satu "hotspot".

Meski kabut asap mulai menyeruak, namun menurut prakiraan BMKG, sebanyak 11 dari 12 kabupaten/kota di Riau masih berpotensi dilanda cuaca cerah hingga berawan atau minim hujan.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026