
Lisa BLACKPINK ungkap batasan cinta dan tekanan hidup sebagai idola K-Pop

Jakarta (ANTARA) - Di balik popularitas dan gemerlap panggung, kehidupan sebagai idola K-Pop ternyata menyimpan berbagai batasan yang harus dijalani. Hal itu diungkapkan Lisa, anggota BLACKPINK sekaligus solois asal Thailand, dalam film dokumenter terbarunya, "Always Lalisa".
Menurut siaran Korea Herald pada Jumat (4/9), Lisa secara terbuka membicarakan kehidupan pribadinya, termasuk aturan tidak tertulis yang membuat idola K-Pop harus berhati-hati dalam menjalin hubungan asmara.
"Dalam budaya K-Pop, kami tidak bisa berkencan," kata Lisa sebagaimana dikutip oleh publikasi Kanada.
Ia mengatakan, hubungan asmara seorang idola dapat berdampak terhadap citra dan popularitasnya apabila diketahui publik, terlebih jika tertangkap kamera paparazi.
"Jika kamu menjalin hubungan dengan seseorang dan tertangkap paparazi, popularitasmu akan menurun," ujarnya.
Lisa mengaku semasa muda dirinya beberapa kali menjalin hubungan asmara. Namun, kondisi tersebut membuatnya harus merahasiakan hubungan dan bertemu dengan pasangannya secara sembunyi-sembunyi.
"Saya tidak ingin hubungan asmara saya menjadi hal yang merusak popularitas BLACKPINK," kata Lisa.
Pengalaman tersebut bahkan turut menjadi inspirasi dalam karya musiknya. Lisa mengungkapkan bahwa lagu "Dream", yang terdapat dalam album solo Alter Ego, terinspirasi dari salah satu hubungan asmara yang pernah ia rahasiakan.
Sebelum merilis lagu tersebut, Lisa terlebih dahulu meminta persetujuan dari orang yang kisahnya menjadi inspirasi lagu. Menurut Lisa, orang tersebut menyetujui peluncuran "Dream".
Tak hanya soal percintaan, Lisa juga membuka kembali kenangan mengenai tekanan yang ia rasakan sejak memulai perjalanan sebagai trainee K-Pop.
Lisa pindah ke Korea Selatan pada 2011 ketika berusia 14 tahun untuk menjalani pelatihan di bawah naungan YG Entertainment. Masa tersebut menjadi salah satu periode penting sekaligus penuh tekanan dalam hidupnya.
"Saya tidak berani angkat bicara atau mengungkapkan pemikiran saya," kata Lisa.
"Dan saya telah menjalani hidup seperti itu sejak usia 14 tahun," lanjutnya.
Pengakuan tersebut memperlihatkan sisi lain dari perjalanan Lisa yang selama ini lebih banyak dikenal melalui kesuksesan BLACKPINK dan karier solonya. Di balik panggung, ia harus beradaptasi dengan lingkungan yang menuntut disiplin tinggi sekaligus membatasi ruang bagi kehidupan pribadinya.
Film dokumenter "Always Lalisa" arahan sutradara Sue Kim mengikuti perjalanan Lisa selama satu tahun ketika ia mengembangkan karier solo di bidang musik, akting, serta berbagai proyek di luar aktivitasnya bersama BLACKPINK.
"Always Lalisa" dijadwalkan melakukan pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival (TIFF) di Kanada pada 11 September. Film tersebut kemudian dijadwalkan tayang di jaringan bioskop mulai 12 Oktober 2026 dan hadir melalui YouTube Premium pada akhir 2026.
Pewarta : Sri Dewi Larasati
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

