
Lantik 80 Pejabat, Bupati Inhu minta jaga integritas

"Pejabat yang sudah dilantik harus dapat bekerja secara profesional dan berprestasi, melayani masyarakat dengan optimal"
Rengat (ANTARA) - Bupati Indragiri Hulu, Riau Ade Agus Hartanto mengatakan pejabat harus selalu profesionalisme dan menjaga integritas, melayani masyarakat dengan optimal.
Pesan itu, Bupati Inhu sampaikan pada saat melantik 80 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu, Jumat.
"Saya minta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan tes urine secara berkala di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai langkah menyikapi adanya ASN yang terjerat kasus narkoba," katanya.
Pelantikan pejabat baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu diharapkan mampu membawa penyegaran, meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Mamou mempercepat pembangunan daerah, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas dan inovatif.
ASN harus bebas dari narkoba, tidak menyalahgunakan jabatan dan dapat bekerja dengan maksimal, berprestasi karena akan ada evaluasi secara berkala.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Gedung Sejuta Sungkai, Jalan A. Yani, Rengat.
Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Inhu Nomor Kpts.379/IX/2026, sebanyak 80 pejabat mengisi sejumlah posisi.
Antara lain, Herdi Setiawan, sebagai Camat Pasir Penyu dan Fikri Gushendri, sebagai Camat Rengat Barat.
"Rotasi dan mutasi merupakan bagian dari manajemen ASN dan seluruh proses pengisian jabatan telah mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan," sebutnya.
Ia menyebut keterisian jabatan di lingkungan Pemkab Inhu saat ini telah mencapai hampir 90 persen. Jadi, program kerja pemerintah menuju perubahan akan terealisasi sesuai harapan
Oleh sebab itu, tidak ada lagi aparatur yang bekerja asal-asalan tanpa mempertimbangkan dampak dan risiko.
Bupati mengingatkan para camat yang baru dilantik untuk mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menunjukkan kinerja optimal.
Prosesi pelantikan pejabat adalah rangkaian upacara resmi pengucapan sumpah atau janji jabatan sebelum seorang pegawai secara sah memangku posisi barunya.
Tujuannya adalah untuk memberikan legalitas hukum, meneguhkan komitmen serta mengingatkan pejabat baru akan tanggung jawab, integritas dan kewajibannya dalam melayani masyarakat sesuai amanat peraturan yang berlaku. ***
Pewarta : Asripilyadi
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

