Logo Header Antaranews Riau

El Nino menguat, Asia Tenggara hadapi gelombang panas, kekeringan, ancaman kabut asap

Rabu, 5 Agustus 2026 15:54 WIB
Image Print
Ilustrasi El Nino. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Singapura (ANTARA) - Asia Tenggara diperkirakan akan menghadapi cuaca yang semakin panas dan kering dalam beberapa bulan ke depan seiring menguatnya fenomena El Nino, yang berpotensi memicu kekeringan, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta memunculkan kembali ancaman kabut asap lintas batas.

Peringatan tersebut disampaikan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC) di Singapura dalam prospek cuaca musiman yang dirilis pada Selasa (4/8).

ASMC menyebutkan bahwa kondisi El Nino telah berkembang dan diperkirakan akan terus menguat hingga beberapa bulan mendatang. Fenomena ini meningkatkan peluang terjadinya curah hujan di bawah normal di sebagian besar wilayah selatan ASEAN selama periode Agustus hingga Oktober.

"Kondisi El Nino cenderung meningkatkan peluang curah hujan di bawah normal pada sebagian besar wilayah selatan ASEAN selama Agustus hingga Oktober," demikian pernyataan ASMC.

Selain berkurangnya curah hujan, angin muson barat daya diperkirakan akan tetap mendominasi sepanjang Agustus hingga Oktober, dengan arah angin yang umumnya bertiup dari tenggara dan barat daya.

Dengan sabuk hujan muson yang masih berada di utara khatulistiwa, wilayah selatan ASEAN diperkirakan akan terus mengalami cuaca kering. Sebaliknya, kawasan utara ASEAN diprediksi menerima curah hujan yang lebih tinggi.

ASMC juga memperkirakan suhu udara di sebagian besar wilayah ASEAN akan berada di atas rata-rata normal selama periode tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah dampak kekeringan, terutama di wilayah yang telah mengalami penurunan curah hujan.

Tak hanya itu, kombinasi cuaca kering yang berkepanjangan dan pola angin dominan dari tenggara serta barat daya berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot), sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap lintas batas kembali meningkat.

Sementara itu, subkawasan Mekong diperkirakan masih berada dalam kondisi yang relatif lebih aman. Namun, ASMC mengingatkan bahwa risiko munculnya titik panas tetap dapat meningkat di daerah-daerah yang mengalami curah hujan lebih rendah dari biasanya.

Otoritas meteorologi mengimbau negara-negara di kawasan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak El Nino terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026