Logo Header Antaranews Riau

Pawai Emak-emak berpakaian tradisional meriahkan acara pemindahan Tanjung Alai ke-28

Rabu, 2 November 2022 19:03 WIB
Image Print
Emak-emak berpakaian tradisional berbaris pawai defile peringati hari pemindahannya Desa Tanjung Alai. (ANTARA/

Bangkinang Kota (ANTARA) -

Segenap emak-emak berpakaian tradisional berpawai dan defile pada puncak peringatan 28 tahun usia Desa Tanjung Alai Kecamatan 13 Koto Kampar setelah dipindahkan pascapenggenangan waduk PLTA Koto Panjang.
Genap berusia 28 tahun pemindahan Tanjung Alai pasca penggenangan waduk PLTA Koto Panjang pada 1996 lalu. Emak-emak dan anak muda berpakaian tradisional dilengkapi alat-alat zaman dulu mengingatkan kehidupan masyarakat sebelum pemindahan ke kampung baru yang saat ini bernama Tanjung Alai.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kampar Zamzami Hasan menghadiri kegiatan itu mewakili Penjabat Bupati Kampar Kamsol di Lapangan Sepak Bola Tanjung Alai Kecamatan XII Koto Kampar, Rabu.
Zamzami mengapresiasi kegiatan mengenang kampung tempo dulu yang terendam oleh untuk dijadikan waduk PLTA ini yang perlu dilestarikan dan dikenang terus.
Menurutnya, ini memiliki nilai sejarah bagi generasi muda ke depannya, "Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, tapi kita juga mesti ingat dan terus melestarikan budaya kita masa lalu,' ujarnya.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Desa Tanjung Alai Zulpan Alwi, Forko Pimcam, tokoh adat, alim ulama tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat.
Dia juga berharap terkait ajang Tour de Muara Takus agar seluruh masyarakat khususnya Desa Tanjung Alai yang akan dilintasi oleh lebih kurang 400 pesepeda sport dari 20 provinsi, bahkan dari Malaysia dapat mendukung dan turut meramaikan.
Dalam acara itu nantinya akan dihadiri Kapolri Jendral Sigit Listyo Prabowo, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Gubernur, Kapolda serta Pj Bupati Kampar Dr Kamsol.
Berkenaan dengan itu diminta kepada masyarakat, agar mulai saat ini membersihkan pekarangan khususnya yang berada di tepi jalan Sumbar-Riau dan memasang umbul-umbul, serta menyambutnya nanti pada tanggal 12 November 2022.
Sementara itu Pariyal Datuok Rayo Kampau dalam arahannya menyampaikan sejarah singkat pemindahan Desa Tanjung Alai.
Dimana sebelumnya Tanjung Alai dinamakan Koto Mufakat, sejarah ini menceritakan bahwa di daerah yang lama terdapat pohon yang namanya Bunga Tanjung besar yang tumbuh di hamparan perkebunan Ranah Alai.
Dengan demikian, berkat hasil mufakat oleh para tokoh masyarakat dan adat yang diambil dari nama pohon dan perkebunan tersebut, maka disetujui nama daerah atau Desa ini dengan Desa Tanjung Alai.
Tanjung Alai memiliki sebanyak 7 suku, diantaranya Suku melayu kampai, suku Pitopang, Suku Madeliong, Suku Marajo, Suku Caniago, Suku Domo Simajelo, serta Suku Domo Bijo, semuanya dibawahi dua Pucuk adat, yakni Pucuk adat dipimpin Dt Besar dan Pucuk adat dipimpin Dt Puto.
Sementara itu jumlah jiwa pada tahun 1996 tersebut hanya berjumlah 900 jiwa, dan 313 Kepala Keluarga. Namun sekarang sudah mencapai 664 KK dan 2.447 jiwa. Tanjung Alai saat ini memiliki wisata ternama yaitu "Gulamo" yang pernah meraih peringkat dua nasional kategori "Syurga Tersembuyi".



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026