Logo Header Antaranews Riau

Pemodal Sengaja Bakar Lahan Di Dumai

Selasa, 18 Juni 2013 11:26 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Petani di daerah Guntung Kota Dumai, Riau, mengeluhkan tindakan pemodal yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar telah mengakibatkan kebakaran meluas hingga merusak perkebunan milik petani setempat.

"Pemodal yang membuka kebun sawit baru sepertinya sengaja membakar lahan dan membiarkannya, jadi kebakaran tidak terkendali menyebar kemana-mana," kata kata Mulyono (45), petani di Guntung ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan, kebakaran di daerah Guntung berawal dari arah Selatan perkebunan warga. Lokasi itu terdapat lahan kebun sawit baru yang kabarnya dimiliki pemodal dengan luas area mencapai lebih dari 1.000 hektare.

"Mungkin mereka berpikir lebih murah membersihkan lahan dengan membakar karena modalnya hanya dengan minyak tanah, daripada harus menyewa alat berat," katanya.

Ia mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi selama tiga hari terakhir sudah ikut menghanguskan ratusan hektare lahan sawit milik petani.

"Kebun petani paling luas hanya dua hektare, kalau terbakar semua bisa habis mata pencaharian," katanya.

Untuk mengantisipasi kebakaran lahan yang mengancam lahan pertanian, ia mengatakan para petani secara swadaya terpaksa berjaga hingga larut malam menggunakan peralatan seadanya.

"Kami terpaksa berjaga sampai malam dengan alat-alat seadanya, kalau petani mampu pakai pompa air tapi kebanyakan menyiram air pakai ember saja," katanya.

Ia menambahkan, hingga kini tidak ada tindakan dari pemadam kebakaran Kota Dumai untuk membantu memadamkan api. Secara terpisah,

Sejak pekan lalu kebakaran lahan dan hutan makin parah terjadi di Riau, khususnya di daerah Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Jaafar Arif, mengatakan sejak awal Juni luas lahan yang terbakar di daerah Bukitbatu, Bengkalis mencapai lebih dari 600 hektare. Lahan yang terbakar kuat dugaan milik warga serta lahan perusahaan perkebunan.

"Dari data yang kami miliki, total luas lahan yang terbakar sejak bulan Maret tahun ini di Kecamatan Bukitbatu saja sudah mencapai 2.000 hektare," kata Jaafar Arif kepada wartawan.

Ia mengatakan, kuat dugaan kebakaran lahan disebabkan sengaja dibakar untuk membuka lahan perkebunan baru. Ia mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pemadaman bersama Tim Manggala Agni Kemenhut di Riau.

Asap kebakaran dari Sumatera sudah mencapai negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan, pemerintah Singapura sudah menyatakan protes kepada pemerintah Indonesia untuk segera mengantisipasi kebakaran lahan yang mengakibatkan kiriman asap mengganggu aktivitas warga di negeri singa itu.




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026