
Chevron Kembali Kelola Blok Siak

Pekanbaru (Antarariau.com) - Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) menyatakan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) berpeluang besar kembali mengelola blok minyak Siak di Provinsi Riau yang bakal habis kontraknya pada November 2013.
"Namun Chevron bukan mengelola sepenuhnya blok minyak tersebut. Blok ini akan dipecah menjadi tiga bagian, yakni blok I, II dan III. Nah, Chevron akan mengelola blok II," kata Kepala Devisi (Kadiv) Humas SKKMigas Elen Biantoro dihubungi Antara per telepon dari Pekanbaru, Selasa.
Sementara untuk blok minyak I dan III, kata dia, diajukan atau ditawarkan ke sejumlah pihak lainnya termasuk Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta PT Pertamina. Namun itu semua menurut dia tergantung lagi dari keputusan dari Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Elen menjelaskan, pemecahan blok minyak Siak dilakukan pihaknya karena selama ini Chevron masih fokus pada pengelolaan satu titik sehingga potensi minyak yang dihasilkan belum maksimal.
Kendati demikian, kata dia, bentuk rekomendasi yang dikeluarkan SKK-Migas bukan merupakan penunjukan langsung, melainkan hanya bentuk menawarkan. "Mengenai perusahaan BUMD yang mana, semuanya tergantung Pemerintah Daerah Provinsi Riau. Karena kami juga tidak atau belum mengenal BUMD itu. Tapi tetap saja, keputusaan nantinya berada di Kementerian ESDM," katanya.
Elen menjelaskan, perpanjangan korntrak terhadap Chevron dalam mengelola sebagian blok minyak Siak merupakan bentuk upaya mengoptimalkan produksi minyak nasional. Selama ini, kata dia, di blok minyak Siak, Chevron berhasil memproduksi rata-rata sekitar 3.000 barel.
"Yang ditakutkan, ketika kontrak diputus pada November nanti (2013), maka pengelolaan juga turut terhenti. Kondisi demikian sangat mempengaruhi produksi migas. Tentu baiknya hal ini menjadi pertimbangan. Namun semuanya dikembalikan kepada Kementerian ESDM," katanya.
Sebagaimana diketahui, sampai saat ini pemerintah belum menentukan masa depan terhadap dua Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Provinsi Riau, yang masa kontraknya berakhir 27 November 2013.
Dua blok minyak yang dimaksud adalah blok minyak Siak dan South and Central Sumatera Block. Samoai saat ini kedua blok minyak ini masih dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan PT Medco E and P Indonesia.***3*** (T.KR-FZR)
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

