Unit Pendidikan Kemenperin kembangkan inovasi alat pendeteksi COVID-19

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,corona

Unit Pendidikan Kemenperin kembangkan inovasi alat pendeteksi COVID-19

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan. (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian melalui SMK SMTI Yogyakarta selaku unit pendidikan bekerja sama dengan PT Swayasa Prakarsa, yang merupakan unit usaha dari Universitas Gadjah Mada mengembangkan inovasi alat pendeteksi COVID-19, yang disebut GeNose C19.

"Melalui kolaborasi dengan PT Swayasa Prakarsa, SMK-SMTI Yogyakarta akan menyediakan tempat produksi dan tenaga operator dari siswa-siswa Kimia Industri dan Teknik Mekatronika guna memenuhi target pesanan GeNose C19 tersebut," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Menperin Agus Gumiwang sebut 2 kunci utama capai pertumbuhan industri 4 persen 2021

Arus menegaskan, pihaknya siap mendukung penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten melalui unit pendidikan vokasi di bawah binaan BPSDMI Kemenperin.

"Contohnya SMK-SMTI Yogyakarta yang berkomitmen dalam penerapan pelatihan berbasis kompetensi dalam rangka pengembangan SDM industri melalui kerja sama tersebut," jelasnya.

Menurut Arus, SMK-SMTI Yogyakarta memiliki SDM terampil untuk mendukung proses produksi GeNose C19 secara massal.

"Diharapkan hasil karya mereka berkontribusi dalam membantu proses pelacakan penderita Covid-19 serta mengurangi penyebaran penyakit Covid-19 dengan lebih cepat. Kegiatan ini juga sebagai pengalaman siswa-siswa dalam kegiatan produksi di industri manufaktur," paparnya.

Kepala BPSDMI optimistis, inovasi yang dijalani melalui langkah sinergi ini dapat mendongkrak daya saing Indonesia.

"Untuk itu, Kemenperin terus memacu pengembangan SDM yang kompeten sesuai dengan kebutuhan sektor industri saat ini guna mendukung aktivitasnya yang lebih produktif, kompetitif, dan inovatif," imbuhnya.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas. Oleh karenanya, diperlukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi industri secara lebih masif.

Baca juga: Cegah PHK, Menperin bertekad jaga aktivitas dan kawal investasi sektor industri

Baca juga: Agus Gumiwang Kartasasmita paparkan potensi dan peluang Industri Agro


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta