
Kampar Butuh Tambahan Daya Listrik

Kampar, (antarariau) - Pemkab Kampar, Provinsi Riau masih membutuhkan banyak energi listrik terutama untuk daerah-daerah terisolir yang belum lagi memiliki jaringan PLN.
“Tuntutan masyarakat Kabupaten Kampar terhadap energi listrik masih banyak dan belum terpenuhi khususnya di daerah terisolir seperti di desa yang ada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Hilir, Kecamatan Tapung Hulu, XIII Koto Kampar, Koto Kampar Hulu,” kata Bupati Kampar H Jefry Noer di Hall Kampar 1 Hotel Labersa Pekanbaru Selasa.
Bupati yang hadir pada "Workshop Pemenuhan Kebutuhan Energi melalui pengembangan energi terbarukan dan berkelanjutan di Propinsi Riau (Energy Self Sufficiency Through the Development of Renewable and Sustainable Energy in Riau Orovince )" diselenggarakan oleh ICED (Indonesia Clean Energy Development) atau pengembangan Energi Bersih Indonesia kerja sama dengan USAID (United State Agency International Development) untuk menggali potensi pengembangan energi bersih (Biomass / Biogas) dan Biofeul di Propinsi Riau sangat berharap ada upaya warga ataupun pengusaha yang mau memproduksi listrik.
Kebutuhan itu menuntut kita lebih kreatif memanfaatkan segala potensi seperti sungai untuk PLTA/PLTMH dan dari kotoran ternak sapi untuk penghasil biogas, pemanfaatan pelepah sawit bisa digunakan untuk Biomass yang dapat digunakan untuk industri-industri di Kabupaten Kampar seperti pabrik kelapa sawit (PKS) yang membutuhkan energi listrik berskala besar dan juga adanya tuntutan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari limbah/sampah.
Upaya yang sedang dikembangkan dalam mengatasi kebutuhan listrik itu seperti dilakukannya Pelatihan Pertanian Terpadu dengan beternak sapi. Tiga manfaat langsung dari ternak tersebut diantaranya dari kotoran sapi dapat menghasilkan biogas untuk kebutuhan listrik, manfaat lain dari daging sapi
itu sendiri dan juga sebagai penghasil pupuk untuk tanaman dan perkebunan.
“Pemkab Kampar sedang menggalakkan Pertanian terpadu untuk bidang Peternakan, perikanan dan Perkebunan bekerjasama dengan LIPI dan BPPT untuk mengentaskan Kemiskinan, Pengangguran dan rumah kumuh khususnya di Kabupaten Kampar dalam dua tahun kedepan,” terang Jefry Noer
Berkaitan dengan itu, Jefry mengajak saling bersinergi dan bersama-sama mengisi pembangunan baik Pusat, Propinsi maupun Kabupaten/Kota begitupun sharing dalam teknologi, biaya dalam mengisi pembangunan agar terwujud masyarakat yang maju.
Hadir pada acara tersebut staf ahli Bidang Ekonomi dan ESDM M Dafis, Director ICED Alfred Hasuma, mewakili Gubernur Riau H.Rusli Zainal, Ditjen Perkebunan diwakili Direktur Pasca panen dan pengembangan usaha Dr.Ir.Hendrajat, Distamben Propinsi Riau, Inhu,Dumai, Disbun Propinsi Riau,
Rohil, Pelalawan, Kampar, GM PLN Riau dan Kepri, Bappeda Propinsi Riau, serta peserta Workshop perwakilan dari Perusahaan di Propinsi Riau.
Dalam acara itu, Jefry Noer bertindak sebagai pemateri workshop, selain itu Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru ,Terbarukan dan Konservasi Energi dari Kementerian ESDM RI Ir Maritge Hutapea, KaDisbun Propinsi Riau Drs.H.Zulher MS,Kadistamben Riau Drs.M.Husni Hasan, Kadis Pertambangan dan Energi Propinsi Riau Burhanudin, ST,M.Si, Perusahaan Listrik Negara, Ir Djoko Raharjo Abumanan, MBA.
Direktur ICED Alfred Hasuma mengatakan ICED adalah program bantuan teknis USAID- Indonesia dalam pengelolaan berkelanjutan sumber daya energi terbarukan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Bantuan teknis diwujudkan dalam bentuk peningkatan kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas pemangku utama dalam mengelola pembangunan teknologi energi bersih serta terhadap kegiatan Pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai hambatan khususnya pengembangan proyek-proyek
pembangkit listrik mini hidro, biomas, Biogas skala 1-10 MW dan program energi efisiensi.
Disamping itu ICED melaksanakan programnya terutama di tiga Propinsi yaitu Propinsi Aceh, Sumatera Utara dan Propinsi Riau selama waktu tiga tahun yang sudah dimulai sejak tahun Maret 2011 hingga September 2014.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

