Sebelum Buka Kelas, 5.000 Guru Dumai Bakal Tes Cepat COVID-19

id COVID-19 Dumai, Sekolah Dumai, Disdik Dumai, ubahlaku,berita riau antara,berita riau terbaru

Sebelum Buka Kelas, 5.000 Guru Dumai Bakal Tes Cepat COVID-19

Ilustrasi (Pixabay)

Dumai (ANTARA) - Sekitar 5.000 tenaga guru mulai TK Paud, SD, SMP dan madrasah serta kejuruan bakal menjalani tes cepat atau rapid tes sebagai syarat untuk memulai kegiatan kelas belajar tatap muka direncanakan Januari 2021.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Dumai dr Syaiful mengatakan, rapid tes ini bagian dari kesiapan sekolah memulai kelas tatap muka, untuk mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 di kalangan guru dan anak didik.

"Sebelumnya guru harus rapid tes untuk mengurangi resiko penularan COVID-19," kata Syaiful, Rabu.

Dijelaskan, para guru dan bagian tata usaha di sekolah diminta untuk mempersiapkan diri dan sarana prasarana protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di kelas yang akan membuka pembelajaran tatap muka dengan anak murid.

Satgas akan melaksanakan pengecekan sarpras protokol kesehatan COVID-19 dengan membentuk Tim 5 di tiap 10 Puskesmas di Kota Dumai.

"Tim lima puskesmas akan mengecek ketat penyediaan sarpras protokol kesehatan sekolah sebelum disetujui memulai belajar tatap muka," sebutnya.

Pemeriksaan sarpras ini untuk memastikan sekolah sudah siapkan langkah antisipasi pencegahan COVID-19, agar kegiatan belajar di sekolah TK Paud, SD dan SMP aman dari penularan virus korona.

Satgas, lanjutnya, hanya mengizinkan sekolah yang sudah memenuhi semua sarpras, dan menangguhkan sekolah belum melengkapi persyaratan protokol kesehatan antisipasi COVID-19.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Dumai Dedi menyebut, sekolah mengajukan proposal membuka kelas tatap muka agar persiapkan sarpras ditentukan, untuk pencegahan penularan COVID-19.

"Dumai akan membuka kelas belajar tatap muka pada Januari 2021, dan sebelum itu sarana prasarana protokol kesehatan harus disiapkan sekolah, karena akan ada pemeriksaan dari tim Satgas COVID-19 Dumai," kata Dedi belum lama.

Dijelaskan, pengecekan sarpras oleh Tim Satgas COVID-19 meliputi, meja kursi berjarak 1,5 meter, jumlah anak TK Paud hanya 5 orang, SD dan SMP 16 anak, kantin ditutup, praktek olahraga ditiadakan.

Kemudian, sekolah harus dilakukan semprot disinfektan dan semua pelajar dengan guru wajib masker, pengaturan antar jemput anak, cuci tangan, alat thermogun dan membentuk tim satgas sekolah.

"Hampir semua sekolah Dumai minta buka kelas tatap muka, namun bagi orangtua tidak bersedia masih tetap dilayani pembelajaran dengan dalam dan luar jaringan," sebut Dedi.

Sekolah sudah melengkapi sarpras prokes dan membuka kelas tatap muka, lanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dan sudah diizinkan Satgas COVID-19 Dumai.

Data COVID-19 Dumai, pada Selasa (29/12), terdapat penambahan 8 kasus positif dengan 5 menjalani isolasi di RS dan 3 isolasi mandiri, pasien dinyatakan sembuh 11 orang.

Sehingga total tercatat 2.288 kasus positif, terdiri 2.063 sembuh, 187 dalam perawatan (173 isolasi mandiri, 14 dirawat di RS) dan 38 meninggal dunia.

Baca juga: Satgas COVID-19 Riau belum rekomendasikan sekolah tatap muka, begini penjelasannya

Baca juga: SD dan SMP di Siak mulai pembelajaran tatap muka pekan depan

Baca juga: Pemkab Bengkalis tunda pembelajaran tatap muka