
BNN Riau latih petugas lapas

Pekanbaru (ANTARARIAU News) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau dalam waktu dekat akan merealisasikan program pelatihan atau membentuk kaderisasi bagi para petugas untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di dalam Lapas.
"Program ini sudah kami wacanakan sejak lama, jadi nantinya pengawasan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di dalam Lembaga Permasyarakat (Lapas) Kelas II A Pekanbaru dapat lebih optimal. JUga tentunya yang menjalankannya adalah petugas Lapas itu sendiri," kata Kepala BNN Riau Kombes Pol Bambang Setiawan di Pekanbaru, Selasa.
Bahkan, kata dia, kalau tidak halangan, program tersebut akan segera dilaksanakan pada April 2012 ini juga.
"Kami juga sudah berkoordinasi atau bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM," katanya.
Ditanya mengenai dukungan pihak Pemerintah Provinsi Riau dalam program tersebut, pihaknya mengakui belum ada sehingga biaya masih ditanggung bersama antara pihaknya dengan Kementerian Hukum dan HAM.
"Sejauh ini belum ada dukungan dari pihak pemerintah daerah. Walau demikian, program ini akan tetap berjalan, hingga dapat membersihkan berbagai masalah di Lapas termasuk penyalahgunaan dan peredaran Narkoba," katanya.
Dilain sisi Kombes Pol Bambang menjelaskan bahwa saat ini Provinsi Riau bahkan telah menempati posisi 11 nasional terbanyak kasus narkoba dengan jumlah kasus di tahun 2011 lalu yakni sebanyak 487 kasus.
Menurut dia, tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Riau disebabkan terjadinya pergeseran peta peredaran gelap narkoba internasional.
"Indonesia yang sebelumnya hanya dikategorikan sebagai negara transit, kini sudah berubah menjadi negara produsen narkoba," katanya.
Mungkin saja, demikian Bambang, pangsa pasar peredaran narkoba di Indonesia sangat menggiurkan bagi para sindikat pengedar gelap narkoba, karena harga narkotika di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

