Logo Header Antaranews Riau

DPRD dukung kenaikan harga BBM

Selasa, 13 Maret 2012 12:09 WIB
Image Print

Pekanbaru - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, mendukung rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemerintah Pusat dengan alasan sebagian besar BBM bersubsidi dinikmati kalangan masyarakat mapan.

"Bayangkan saja, selama ini yang menikmati BBM bersubsidi itu bukan masyarakat miskin, melainkan masyarakat yang rata-rata berperekonomian mapan," kata Ketua Komisi B DPRD Riau, Tengku Azuwir di Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, subsidi khusus BBM ini per harinya bisa mencapai lebih Rp80 miliar. Bayangkan, lanjutnya, seandainya subsidi ini bisa lebih teralokasi maksimal atau tepat sasaran.

"Tentunya akan lebih mampu mensejahterakan masyarakat, khususnya mereka yang dari kalangan miskin atau tidak mampu," ujarnya.

Kata Azuwir, rencana kenaikan BBM bersubsidi ini sebaiknya mendapat dukungan dari berbagai pihak, yakni dengan melihat realitasnya secara saksama.

Untuk diketahui dan dipahami, demikian Azuwir, subsidi pada dasarnya adalah direalisasikan khusus untuk masyarakat miskin, bukan rakyat yang memiliki kemapanan diatas rata-rata.

"Namun pada kenyataannya, justru berbalik. Konsumsi BBM selama ini seperti yang sama-sama kita ketahui, banyak tersedot ke kendaraan milik masyarakat mampu, apalagi kalau bukan mobil yang per unitnya bisa menghabiskan lebih dari 20 liter setiap harinya," kata dia.

Dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi menurut Azuwir sudah barang tentu adalah inflasi mengingat harga barang kebutuhan pokok juga turut melambung.

"Namun hal demikian sebenarnya bisa ditanggulangi oleh pemerintah dengan cara mengutamakan produk dalam negeri serta dan peningkatan hasil pertanian dan lain sebagainya," katanya.

Penelusuran ANTARA, kabar tentang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi saat ini telah berdampak pada kenaikan harga beberapa bahan kebutuhan pokok di Pekanbaru.

Semisal cabai merah, kalau sebelumnya masih berkisar Rp24 ribu per kilogram, saat ini mengalami kenaikan hingga 90 persen jadi sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan kentang, dari Rp6 ribu, sejak beberapa hari terakhir naik jadi Rp6.500 per kilogram. Kemudian untuk cabai rawit yakni dari Rp27 ribu, sekarang harganya mencapai Rp60 ribu per kilogram.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026