
Hatta: Politik semakin tak sehat

Pekanbaru - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menilai bahwa politik di tanah air dewasa ini semakin tidak sehat karena banyak mangumbar berbagai kesalahan tanpa ada pemecahan atas persoalan tersebut.
"Jangan sampai partai hanya bisa mengkritik, tapi tidak pandai memberikan solusi. Jangan hanya pandai berdialog di televisi, namun tak pandai memecahkan persoalan. Jangan hanya pandai mencaci maki sesama, tapi tidak pandai memberikan jalan keluar terbaik," katanya dalam pidato politik pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN di Pekanbaru, Sabtu (18/2).
Selanjutnya, katanya, jangan hanya pandai mengkritik pemerintah namun tidak mampu berbuat yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.
Akibat politik 'kotor' ini, kata Hatta, berbagai lembaga survei baik nasional maupun internasional banyak yang menyatakan bahwa kini masyarakat mulai jenuh dan bingung dalam menentukan kepala negara, kepala daerah dan para wakilnya untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Untuk itu mari kita bangun politik yang sehat dan kritik yang mencerahkan. Dengan poltik yang sehat, diharapkan kita bisa mengkonsolidasi segala fokus program-program kerakyaan kita," katanya kepada ribuan kader PAN yang hadir dalam acara itu.
Di tengah iklim politik yang semakin tidak sehat ini, kata dia, PAN harus mampu dan tetap fokus terhadap program-program yang dapat mensejahterakan rakyat.
Untuk itu, sambungnya, setelah menggencarkan reformasi pertama di tanah air, sejak itu pula PAN harus terus berupaya bagaimana menyukseskan reformasi dengan juga meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ia minta seluruh kader PAN untuk tidak terpancing dengan kondisi politik yang kian memanas. Lanjutkan saja program mensejahterakan rakyat tanpa harus berfikir munculnya kepentingan baru untuk sebuah kelompok tertentu, katanya.
Hatta Rajasa pada acara itu didampingi sejumlah fungsionaris partai seperti Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar.
Dalam Rakerwil DPW PAN Riau yang diikuti 3000-an kader ini, para kader juga membahas siapa yang akan diusung sebagai calon Gubernur Riau periode 2013-2018 pada pilkada 2013.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

