
Bupati ancam copot Sekda Berpolitik

Kampar, Riau, (ANTARARIAU News) - Bupati Kampar, Kepulauan Riau, H Jefry Noer, mengultimatum Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, agar tidak melakukan aktivitas politik praktis dengan alasan apa pun karena tugas utamanya mengurus kantor pemerintahan setempat, membimbing, membina dan mengarahkan seluruh pegawai negeri sipil.
"Seorang Sekretaris Daerah (Sekda) menurut aturannya, tidak boleh berpolitik selama lima tahun. Karena dia bukan menduduki jabatan politik. Makanya, jika berpolitik saya copot," tandasnya di Bangkinang (ibukota Kampar), Provinsi Riau, Rabu.
Ia menyatakan itu disampaikan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) Plt Sekda dari Anizur Ilyas kepada Azwan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kampar dan dihadiri seluruh pimpinan Satuan Kerja (Satker) Pemkab Kampar.
"Tugas pertama sebagai uji coba ketangkasan Plt Sekda yang baru, ialah, menghadapi HUT ke-62 Kabupaten Kampar yang tinggal 10 hari lagi. Saudara diberi tanggung jawab mengontrol dan mengendalikan acara tersebut," kata Jefry Noer.
Bupati berharap, Plt Sekda Azwan bisa mengatur perayaan HUT Kampar lain dari biasanya
"Ajaklah seluruh warga bersama-sama melakukan kebersihan lingkungan, semua pagar dicat, umbul-umbul terpasang rapih di setiap depan rumah, juga di jalan-jalan protokol, mulai tanggal 1 Februari mendatang," tambahnya.
Jefry juga menekankan bagaimana sekda melakukan kontrol terhadap semua pimpinan Satker secara berjenjang.
"Begitu selanjutnya, seorang kepala dinas mengontrol bawahannya, seorang camat mengontol kinerja kepala desa. Tekankan pada setiap pimpinan Satker dan tanamkan di dalam hati semua bahwa tujuan kita dalam dua tahun ke depan, ialah, dapat menjadikan Kabupaten Kampar sebagai kabupaten terbaik di Provinsi RIau," tandasnya.
Vitalnya posisi dan jabatan sekda, demikian Bupati Jefry Noer, karena merupakan "dapurnya" pemerintahan.
"'Dapurnya' pemerintahan itu ada pada sekda. Mau diapakan rasa masakan, mau dibuat enak atau pahit, letaknya ada pada sekda", tegasnya di hadapan para pejabat yang hadir, termasuk Kapolres Kampar Trio Santoso, Dandim 0313 WB KPR Letkol Inf Amarullah, Kajari Bangkinang Willy dan Kepala Pengadilan Negeri Bangkinang Toto Ridarto.
Di sisi lain, Jefry mengingatkan, DPRD Kampar merupakan mitra Pemkab Kampar.
"Jadi, jangan takut dikontrol oleh DPRD. Jika ditegur dan ada yang mengingatkan, berarti itu tandanya mereka sayang, jangan sampai kita terjerumus," katanya lagi.
Kepada Plt Sekda yang lama, Anizur, Bupati Kampar menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas segala daya upayanya memimpin Kantor Pemkab Kampar.
"Kepada Pak Anizur, saya ucapkan terima kasih karena selama 1,5 bulan sudah membantu saya dalam menjalankan tugas sebagai Plt Sekda Kampar. Sekarang, saudara kembali konsentrasi ke jabatan tetap sebagai Asisten III Bagian Umum," ujarnya
Sedangkan kepada Plt Sekda Kampar yang baru, Azwan, diingatkan, harus bisa menterjemahkan apa yang ditugaskan, diisyaratkan atau disampaikan Bupati Kampar.
"Bupati menginginkan semua Satker lari cepat, ingin menjadikan Kampar sebagai kabupaten terbaik di Provinsi Riau. Karenanya, jika ada pimpinan Satker yang tidak bisa mengikuti selera pimpinan ini, maka dengan sendirinya akan terseleksi," kata Jefry Noer.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

