Logo Header Antaranews Riau

Indonesia dan Turki kecam serangan Israel ke pangkalan militer Suriah

Sabtu, 22 Agustus 2026 15:20 WIB
Image Print
Asap mengepul setelah serangan udara di Bandara Internasional Sanaa di Sanaa, Yaman, Senin (13/7/2026). ANTARA/Xinhua/HO-Houthi Media Center/aa.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia bersama Turki dan 10 negara lainnya mengecam keras serangan Israel terhadap pangkalan militer Abu Al-Duhur di Suriah. Serangan tersebut dinilai sebagai "eskalasi ekstrem" yang sekaligus menjadi pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah.

Kecaman itu tertuang dalam pernyataan bersama yang diterbitkan pada Jumat (21/8) dan ditandatangani para menteri luar negeri Indonesia, Turki, Aljazair, Yordania, Lebanon, Malaysia, Mauritania, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Somalia.

Para menteri luar negeri menegaskan bahwa serangan Israel merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan persatuan politik Suriah.

Mereka juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas berlanjutnya serangan serta kerusakan terhadap wilayah dan infrastruktur Suriah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menggagalkan upaya pemulihan keamanan, pembangunan kembali institusi nasional, serta penanganan krisis kemanusiaan yang telah berlangsung akibat konflik selama bertahun-tahun.

"Serangan dan pelanggaran terus-menerus terhadap kedaulatan Suriah hanya akan memperbesar ketegangan," demikian sikap para menlu dalam pernyataan tersebut.

Mereka memperingatkan bahwa tindakan Israel dapat semakin melemahkan perdamaian dan stabilitas kawasan sekaligus mengikis penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Karena itu, para menlu mendesak komunitas internasional mengambil sikap tegas, jelas, dan berprinsip terhadap serangan-serangan tersebut. Mereka juga menyerukan langkah konkret sesuai hukum internasional dan Piagam PBB untuk mencegah eskalasi yang lebih luas.

Selain itu, mereka mendesak Israel dan Suriah mematuhi kesepakatan 1974, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah Suriah yang diduduki. Menurut mereka, kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut sangat penting untuk mencegah konflik semakin meluas serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Para menteri luar negeri kembali menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan persatuan politik Suriah, sekaligus menolak segala bentuk tindakan yang dapat merusak prinsip-prinsip tersebut.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026