
Bayi Kembar Siam Tes MSCT

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Pihak RSUD 'Arifin Achmad' Kota Pekabaru kini menjalankan tes 'multi slice computed tomography' terhadap bayi kembar siam yang hingga kini belum diberi nama oleh orang tuanya.
"Kalau tidak ada halangan, tes 'multi slice computed tomography' (MSCT) dilakukan mulai pukul 10.00 nanti," kata Ketua Tim Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 'Arifin Achmad', Dr Tubagus Ondih SpBA, kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa.
Bayi kembar berkelamin perempuan itu mengalami kelainan, karena lahir dengan kondisi dada dan perut berhimpitan ('conjoined twins type thoraco-omphalopagus').
Bayi perempuan tersebut merupakan anak ketiga dari pasangan Riswanto dan Parsini, warga Desa Kuala Gading Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Ia mengatakan, kondisi kedua bayi malang itu relatif stabil. Meski begitu, mereka harus mendapat bantuan suplai makanan lewat pembuluh dara, terapi sinar, dan alat bantu pernafasan.
Tes MSCT, lanjutnya, diharapkan dapat mengetahui kondisi organ bagian dalam bayi.
Dugaan sementara tim dokter menunjukan, bayi hanya memiliki satu jantung, karena observasi awal hanya terdengar satu detakan jantung.
"Diharapkan akan segera diketahui apabila ada kelainan dalam organ dalamnya," katanya.
Tim dokter, menurutnya, terakhir kali melakukan uji fungsi ginjal dan ternyata hasilnya normal.
Namun, uji tersebut belum bisa menunjukan apakah bayi tersebut berbagi satu ginjal yang sama.
Bayi tersebut dilahirkan di RSUD 'Indrasari' Kabupaten Indragiri Hulu pada 14 Januari lalu, dan kini dirawat di ruang neonatus RSUD 'Arifin Achmad' sejak 15 Januari.
Keduanya berbobot 4,2 kilogram, dan lahir dengan selamat lewat operasi seksio elektif.
Kelahiran bayi kembar siam tersebut tergolong langka, karena hanya terjadi pada peluang 1 banding 500.000 kelahiran di dunia.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

