Logo Header Antaranews Riau

Proyektil Dikeluarkan Dari Nelayan Bengkalis

Minggu, 11 Desember 2011 17:23 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bengkalis, Riau, telah berhasil mengeluarkan tiga proyektil senjata api dari tubuh ketiga nelayan warga setempat yang menjadi korban perompakan, pada Kamis (8/12).

"Tim medis sudah berhasil mengangkat tiga proyektil dari tubuh ketiga korban perompakan. Saat ini proyektil tersebut menjadi barang bukti dan dasar kami untuk dilakukannya penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bengkalis, Ajun Komisaris Polisi Arief Fajar kepada ANTARA di Pekanbaru, Minggu (11/12).

Tiga proyektil tersebut, kata AKP Arief, berhasil dikeluarkan dari tubuh korban, masing-masing Cokhau, 37 (laki-laki) dan Madi, 23 (laki-laki), warga Kecamatan Rupat Utara serta Andi, 21 (laki-laki), warga Desa Kelapati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis pada Minggu dinihari sekitar pukul 05.00 WIB.

"Siang ini juga, rencananya kami akan mengambil keterangan ketiga korban untuk menentukan modus operandi pelaku perompakan. Namun masih harus melihat kondisi kesehatan mereka," ujarnya.

Ditanya mengenai upaya penyelidikan kasus, AKP Arief Fajar mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Perairan setempat.

"Seiring pengambilan keterangan dari ketiga korban, kami juga telah melakukan pengontrolan secara rutin di wilayah perairan dan sisi darat," katanya.

Menurut dia, belum dapat dipastikan apakah pelaku perompakan merupakan warga asing atau warga Indonesia.

"Intinya, semua kemungkinan dan dugaan masih belum dapat dipastikan," demikian AKP Arief Fajar.

Aksi perompakan yang menimpa ketiga korban WNI itu dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata api di sekitar perairan Selat Malaka.

Kawanan perompak berhasil membawa kabur satu unit kapal pompong dengan cara melukai tiga warga asal Kabupaten Bengkalis.

Ketiga korban tersebut merupakan nelayan yang tengah mencari ikan di sekitar perbatasan. Namun naas, pada Kamis (8/12) sekitar pukul 17.00 WIB, mereka didatangi sekelompok orang bersenjata yang merampok kapal pompong yang ditumpangi.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026