Logo Header Antaranews Riau

Mahasiswa Riau tuntut Gubernur

Kamis, 10 November 2011 14:41 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Ratusan mahasiswa yang menyatakan tergabung dalam aliansi organisasi kemahasiswaan Riau beserta sekelompok masyarakat berunjuk rasa menuntut Gubernur HM Rusli Zainal perbaiki kesejahteraan rakyat, jika tidak mau dimundurkan.

Momentum Hari Pahlawan, 10 November 2011, Kamis ini, digunakan mereka untuk berorasi di depan Kantor Gubernur Riau, dengan inti pernyataan, gubernur dianggap belum mampu mensejahterakan rakyat.

Gabungan mahasiswa tersebut berasal dari beberapa elemen, di antaranya dari intra universitas, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR), BEM Universitas Islam Negara (UIN), dan BEM Universitas Islam Riau (UIR).

Kemudian, dari lingkungan ekstra universitas, seperti Himpungan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslimin Indonesia (KAMMI), GMII, IPM, dan beberapa aliansi mahasiswa lainnya yang di Provinsi Riau.

"Kami sudah lama menderita dengan ulah para pemimpin yang sudah merajalela menindas dan membuat rakyat Riau menderita. Karenanya, kami menuntut, jika gagal lagi, sebaiknya turun saja dari jabatannya," tandas Muhammad Ade, dari BEM UIN yang juga koordinator lapangan (Korlap) aksi tersebut.

Gagal Jaga Kerukunan


Dalam pernyataan sikapnya, ratusan mahasiswa ini menyatakan Gubernur Riau terkesan sudah gagal menyelesaikan beberapa masalah besar di Riau, seperti penyerobotan lahan oleh perusahaan dengan penanggungjawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

"Selain itu, banyak lagi masalah yang belum bisa dituntaskan Gubernur riau, seperti korupsi di sektor kehutanan, korupsi APBD, Program K2I yang gagal, konflik agraria berkepanjangan, mafia hukum yang belum bisa diatasi, maupun pelanggaran HAM berat," tuturnya.

Di luar ini, lanjutnya, ada yang sangat mengecewakan rakyat. "Yakni, politik pencitraan (dengan) penggunaan uang rakyat, serta gagal menjaga kerukunan umat beragama," ucap M Ade.

Selain melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Riau, massa juga berorasi di Kantor Lembaga Penyiaran RRI Pekanbaru untuk mengumumkan kepada seluruh lapisan masyarakat di Riau tentang kegagalan Gubernur Riau dalam memimpin Bumi melayu.

"Kami menginginkan masyarakat Riau tahu bagaimana tanda-tanda kegagalan gubernur, dan adanya penderitaan masyarakat, terlebih-lebih masyarakat kita yang berada di daerah pedalaman, terutama mereka yang merupakan korban dari penyerobotan lahan oleh perusahaan pemegang HTI di Riau," ujarnya lagi.

Massa mahasiswa ini semakin marak setelah datang tambahan kekuatan beberapa gabungan organisasi rakyat lainnya, seperti Serikat Tani Riau, dan GESER.

Unjuk rasa sempat memanas saat terjadi dorong-dorongan massa dengan petugas keamanan di depan kantor Gubernur Riau, namun tidak berlangsung lama.

Pihak keamanan yang berjaga di sekitar para demonstran langsung mengamankan aksi tersebut.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026