
Konsumen daging Pekanbaru menurun

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Sejumlah pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional Kota Pekanbaru, Riau, mengeluhkan omzet mereka yang kian menipis akibat menurunnya jumlah konsumen sejak beberapa hari terakhir jelang Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriyah.
"Padahal daging yang kami jual harganya relatif lebih murah dibandingkan hari-hari biasanya. Kalau biasanya per kilogramnya bisa lebih dari Rp70 ribu, sekarang ini paling-paling Rp68 ribu per kg," kata Ali Rahman, (35), seorang pedagang daging di pasar tradisional Kodim Pekanbaru, Senin.
Ia mengakui, penurunan harga daging disebabkan permintaan di tingkat pembeli eceran memang terkait dengan kian dekatnya Hari Raya Haji yang identik dengan 'pesta' daging, terlebih sapi.
"Biasa, setiap tahun kalau sudah mau Lebarah Haji (Idul Adha), pasti harga daging di pasaran menurun. Tapi sebaliknya, harga sapi hidup di tingkat distributor justru akan jauh lebih mahal," kata Ali Rahman.
Dikatakan, banyak pedagang daging sepertinya terpaksa harus mengurangi stok penjualan untuk mengantisipasi kerugian besar.
"Kalau biasanya kami menyetok daging sampai 100 hingga 150 kilo per harinya, saat ini jelang Hari Raya Kurban paling hanya 50 sampai 80 kilo (kg) saja," ujarnya.
Pedagang lainnya di pasar tradisional Dupa Pekanbaru, Uli Pangabean, (34), juga mengatakan, selain harga daging yang dijual lebih murah, omsetnya setiap hari, sejak tiga hari terakhir pun kian menyusut.
"Kalau biasanya omset mau sampai di atas tiga juta, sejak tiga hari ini baling 'banter' hanya Rp1,5 juta. Kondisi ini memang selalu terjadi setiap mau Lebaran Haji," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Asykardia Patrianov, menyatakan, daerah ini diperkirakan membutuhkan 27.000 ekor sapi untuk hewan kurban menjelang Idul Adha 1432 Hijriah.
Sapi tersebut rata-rata atau sekitar 75 persennya, menurut Patrianov, akan didatangkan dari luar daerah seperti Lampung, Sumatra Barat, Sumatera Selatan dan Jambi.
Ini terjadi, lanjutnya, karena untuk stok di Provinsi Riau tidak mencukupi, hanya bisa memenuhi kebutuhan 10 persen.
"Angka permintaan sapi untuk Haro Raya Idul Adha tahun ini (2011) jauh meningkat dibanding permintaan pada tahun sebelumnya (2010) yang hanya menjangkau 22.000 ekor sapi untuk hewan kurban," urai AsykardiaPatrianov.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

