
Harga Ayam Di Dumai Mulai Naik

Dumai, 7/7 (ANTARA) - Harga ayam potong dan ayam kampung, jelang Ramadhan, di pasar-pasar tradisional Kota Dumai, Riau, mulai naik hingga mencapai Rp24 ribu perkilogram (ayam potong-red), sementara harga ayam kampung di harga Rp45 ribu/kg.
"Seminggu lalu harga ayam potong masih Rp19 ribu/kilogram (kg), kemudian naik menjadi Rp21 ribu, Rp23 ribu dan sekarang jadi Rp24 ribu/kg" kata Irna, seorang pedagang di pasar tradisional Dock Dumai, Kamis.
Menurut dia, terus naiknya harga ayam potong karena menjelang Ramadhan banyak masyarakat yang memerlukan untuk perisapan buka puasa. "Bisa jadi harga ayam akan terus naik sampai jelang lebaran (Idul Fitri-red) nanti," katanya.
Di kesempatan terpisah pedagang ayam lainnya di pasar trasional Dock, Burhan, menerangkan, untuk ayam kampung kenaikan harga cendrung lebih signifikan, yakni dari Rp34 ribu meroket hingga Rp45 ribu/kg.
"Mahalnya harga ayam kampung ini menurunkan minat beli masyarakat," ujarnya.
Penelusuran di beberapa pasar tradisional Dumai, selain ayam, kenaikan harga juga terjadi pada telurnya.
Jika sebelumnya harga telur ayam ras Rp1.000, saat ini naik menjadi Rp1.200 per butir. Begitu juga dengan telur ayam kampung, dari Rp1.500-Rp1.800/butir, telur bebek Rp1.400-Rp1.600/butir.
Selain ayam dan telur, kebanyakan pedagang juga menjual daging sapi dengan harga yang jauh lebih mahal, yakni Rp75 ribu/kg, atau naik sekitar Rp13 ribu dari harga sebelumnya yang hanya Rp62 ribu/kg.
Namun kebanyakan pedagang mengakui melambungnya harga daging sapi bukan disebabkan terus mendekatnya bulan Ramadhan, melainkan hilangnya sapi Australia dari peredaran dalam negeri sehingga pasokan kian minim dan tak mampu menyeimbangi permintaan pasar.
"Akibatnya kita terpaksa menjual daging dengan harga yang lebih mahal," kata pedagang daging di Pasar Pulau Payung, Ardian.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

