Banjir bandang dan longsor di Padang Pariaman rusak akses jalan dan bendungan

id Berita hari ini, berita riau antara,berita riau terkini, banjir bandang dan longsor

Banjir bandang dan longsor di Padang Pariaman rusak akses jalan dan bendungan

Sejumlah warga melihat kondisi longsor di Korong Batu Tabuah Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. (Antara Sumbar/istimewa)

Parit Malintang (ANTARA) - Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Jumat (17/1) dini hari mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan jalan rusak, bahkan bendungan untuk irigasi pertanian jebol.

"Data sementara baru tiga peristiwa bencana yang terdata," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Budi Mulya di Parit Malintang, Jumat.

Baca juga: Pemkab Agam, Sumatera Barat kerahkan tiga tim untuk bersihkan material banjir bandang

Ia merinci tiga peristiwa bencana itu yakni longsor di Korong Batu Tabuah, Nagari Batu GadangKuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging yang menimbun badan jalan.

Akibatnya jalan yang menghubungkan Kecamatan Sungai Geringging dengan Kecamatan Sungai Limau via Batu Gadang tidak bisa dilalui.

Selanjutnya banjir bandang yang mengakibatkan abrasi sungai sehingga jalan di Korong Sungai Pingai Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang terban.

Akibatnya jalan yang menghubungkan kecamatan itu dengan Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam via Sungai Pingai putus total, dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Sejumlah warga melihat kondisi abrasi sungai dan jalan terban di Korong Sungai Pingai Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman. (Antara Sumbar/istimewa)

Selanjutnya banjir bandang terjadi di Korong Kampung Koto Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau yang merusak bendungan Surau Belimbing.

"Ketiga bencana itu disebabkan oleh tingginya curah hujan yangmengguyur daerah itu," katanya.

Sejalan dengan itu Kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan melalui Kasubag Humas Polres Pariaman AKP Syafrudin mengatakan bencana tersebut diketahui warga pada pagi hari.

Ia menyampaikan untuk bencana di Kecamatan IV Aur Malintang diketahui warga sekitar pukul 04.00 WIB sedangkan di Kecamatan Sungai Geringging sekitar pukul 05.00 WIB.

"Tidak ada korban jiwa untuk kedua peristiwa itu," ujarnya.

Baca juga: Penyaluran bantuan bencana banjir Sentani, Jayapura hati-hati, banyak posko "siluman"

Baca juga: Banjir bandang Kulawi adalah bencana yang terulang

Baca juga: Akses lalu lintas lumpuh, ratusan kendaraan terjebak banjir di Konawe


Pewarta : Aadiaat MS
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar