Danrem apresiasi usaha prajurit buka keterisoliran desa tertinggal

id TMMD, Riau, Kampar,TNI, Korem Wirabima

Danrem apresiasi usaha prajurit buka keterisoliran desa tertinggal

Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Muhammad Fajar menutup program TMMD ke-105 di Kampar, Riau, Kamis (8/8/2019). (Penrem 031 Wirabima/HO Antaranews)

Pekanbaru (ANTARA) - Komandan Resor Militer 031/Wirabima, Brigjen TNI Muhammad Fajar memberikan apresiasi kepada para prajuritnya yang rela meninggalkan keluarga dan menanggalkan senjata untuk mensukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Balung, KabupatenKampar.

Fajar dalam keterangannya saat penutupan TMMD ke-105 yang dilaksanakan di Kampar, Kamis, mengatakan program itu telah berhasil membuka Desa Balung kepada dunia dan membantu masyarakat mendapatkan sarana dasar yang telah mereka impikan.

Dia juga mengaku puas melihat kinerja para prajurit TNI yang membuka dan memperbaiki jalan sepanjang 8,5 km yang menghubungkan Dusun IV menuju Dusun V Sei Asam, Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar.

"Setelah melaksanakan upacara penutupan (TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR), kita meninjau langsung ke lapangan. Dari berbagai kendala yang ada, hasil pelaksanaan kegiatan fisik berupa pengerasan jalan sejauh 8,5 km ini kita lihat cukup baik," kata Danrem.

Dikatakan Danrem, dengan hasil yang telah dicapai tersebut, diharapkan akan memberi kemudahan akses bagi masyarakat untuk mengangkut hasil kebun.

"Tentunya ini juga memberikan akses kepada para pelajar yang ada di dalam (Desa Balung) untuk menuntut ilmu di luar, baik di Kampar, maupun Provinsi Sumatera Barat," ujarnya.

"Sejauh ini saya cukup puas dengan apa yang dikerjakan oleh Satgas TMMD yang terdiri dari unsur TNI, Polri, masyarakat, maupun dari kementerian dan lembaga," tambah Danrem lagi.

Dia juga mengatakan bahwa jalan yang kini masih timbunan tanah bercampur kerikil tersebut, dulunya mengalami rusak berat. Bahkan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

"Sekarang mobil sudah bisa melalui jalan ini dengan kecepatan 50 km - 60 km, tapi berhubungan dengan jalan, tentunya juga ada yang dilewati oleh sungai-sungai sehingga kita harus membuat sampai dengan lima jembatan," tuturnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar