Messi "rindukan" bersaing dengan Ronaldo sebelum gantung sepatu

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, Lionel Messi,Barcelona, Ronaldo

Messi "rindukan" bersaing dengan Ronaldo sebelum gantung sepatu

Lionel Messi (tengah) berebut bola dengan Cristiano Ronaldo (kanan) saat Barcelona berhadapan dengan Real Madrid dalam pertandingan Supercup Spanyol pada 23 Agustus 2012. (Reuters/Paco Largo)

Jakarta (ANTARA) - Mega bintang Barcelona Lionel Messi mengakui dia "merindukan" bersaing dengan Cristiano Ronaldo di Spanyol, dan dia pun mengungkapkan rencananya untuk kembali ke Argentina sebelum gantung sepatu.

Messi, pemenang Ballon d'Or lima kali, memulai musim 2019 dalam kondisi prima bersama Barcelona yang kini memuncaki klasemen Liga Spanyol (La Liga) dan lolos ke perempat final Liga Champions bersama Real Madrid yang telah menjual Ronaldo ke Juventus pada musim panas lalu, demikian dilansir dari Skysports, Sabtu.

Baca juga: Gol spektakuler Messi lawan Getafe dianggap terbaik sepanjang sejarah Barca

Ronaldo menikmati sukses besar di Madrid, memenangkan tiga gelar juara Liga Champions berturut-turut. Saat berbicara di stasiun radio Argentina pada Jumat, Messi mengejutkan para pendengar dengan pengakuan tentang mantan saingannya itu.

"Saya merindukan Cristiano di Spanyol," kata Messi kepada Radio C5N. "Senang sekali jika dia ada di sini, meskipun membuat saya jengkel melihat dia memenangkan begitu banyak gelar. Akan lebih bagus jika dia masih di sini."

Messi kembali ke aksi internasional pekan lalu saat dikalahkan 3-1 oleh Venezuela, pertandingan pertama bagi tim nasional Argentina sejak ia beristirahat setelah Piala Dunia 2018.

Baca juga: Messi kembali, Argentina justru kalah dari Venezuela

Argentina tersingkir dari turnamen di babak kedua dan Messi, yang masih belum mencetak gol di babak sistem gugur dari empat Piala Dunia di mana ia tampil, banyak dikritik oleh penggemar.

Pemain berusia 31 tahun itu mengatakan, beralih dari Barcelona ke Argentina itu sulit dan ia menyalahkan penampilan buruk mereka di Rusia karena transisi yang terlalu cepat dengan mempromosikan pemain muda untuk mengambil peran pemain senior di tim.

"Saya pikir perubahan generasi itu sangat kasar," kata Messi. "Seharusnya itu dilakukan lebih lambat. Anda harus memberi waktu dan kepercayaan diri pada anak-anak. Perubahan itu sangat besar."

Messi mengatakan dia masih dihantui kekalahan di final Piala Dunia 2014 oleh Jerman saat perpanjangan waktu dan mengingatkan para penggemar agar tidak berharap terlalu banyak kepada Argentina di Copa America tahun ini di Brazil.

"Apakah Anda tahu berapa kali saya mengulang pertandingan final dan peluang yang kami miliki? Akan sangat berbeda jika kami memenangkan salah satunya," tambahnya.

"Realistislah, ada banyak pekerjaan untuk menjadikan tim yang kuat. Anak-anak ini memainkan sangat sedikit pertandingan untuk tim nasional. Kami harus bersabar dan saya tidak ragu bahwa kami akan menjadi kuat."

Baca juga: Menuai kritik, Higuain pensiun dari timnas Argentina

Baca juga: Messi cedera saat Argentina dihajar Venezuela 1-3
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar