Logo Header Antaranews Riau

Gubernur Riau Janji Bantu UMKM Hadapi MEA

Rabu, 23 Desember 2015 18:18 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menegaskan, pihaknya berjanji akan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi persaingan bebas di pasar Asia Tenggara atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2016.

"Kita akan tetap fokus dalam membantu dan mengembangkan UMKM di Riau. Para pelaku UMKM ini sangat penting untuk tingkatkan produksi, sehingga mereka bisa bersaing setelah berlakunya pasar bebas awal tahun depan," kata Arsyadjuliandi di Pekanbaru, Rabu.

Arsyadjuliandi mengklaim, saat ini pemerintah provinsi tengah giat-giatnya dalam membantu UMKM di daerah tersebut dan pada tahun 2016, Pemprov Riau akan membuat berbagai langkah terobosan-terobosan terbaru dalam peningkatan pemasaran produk yang dihasilkan usaha di sektor itu.

Selain itu, pihaknya meminta para pelaku UMKM di Riau untuk terus meningkatkan produksi, sehingga produk-produk yang dihasilkan seperti makanan dan kerajinan untuk mendukung sektor lain yakni pariwisata di provinsi tersebut.

Data terkahir Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau, terdapat 534.504 jumlah pelaku UMKM dan bergerak di sembilan sektor seperti pertanian 272.061 unit, pertambangan dan penggalian 1.330 unit serta industri pengolahan 19.745 unit.

Lalu listrik, gas dan air bersih 780 unit, kontruksi 3.453 unit, perdagangan, hotel dan restoran 174.381 unit, angkutan dan komunikasi 18.942 unit, keuangan dan sewa 7.408 unit serta jasa-jasa 36.404 unit.

"Nantinya, sektor pariwisata jadi andalan Provinsi Riau ke depan. Hal ini terjadi karena sektor migas (minyak dan gas bumi) dan sektor perkebunan terus mengalami penurunan," bebernya.

"Untuk itu, kami minta dukungan dari pemerintah pusat terkait pengembangan UMKM di Riau. Upaya ini terus dilakukan, agar pelaku di sektor tersebut dapat tingkatkan usahanya," terang Arsyadjuliandi.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Riau, Viator Butarbutar mengatakan, para pelaku usaha khususnya UMKM di Riau harus benar siap dalam menghadapi MEA pada awal tahun 2016.

Dalam menghadapi MEA, lanjutnya, selain penguatan UMKM di bidang permodalan, juga perlu dilakukan penguatan personal terutama pelaku usaha UMKM.

Ia mengungkapkan permasalahan utama bagi UMKM di provinsi tersebut adalah tingkat kemampuan dalam bersaing terutama produk-produk yang dihasilkan masih dibawah standar dengan tenaga kerja yang masih jauh dari kompeten.

"Dampak MEA ini tentunya ada sisi negatif dan positifnya seperti peluang serta ancaman. Jadi, kita juga harus lebih menitik beratkan pada peluang yang akan kita hadapi terutama bagi UMKM masih terseok-seok," katanya.



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026