Logo Header Antaranews Riau

Pantai Rupat Diusulkan Agar Dilirik Investor

Jumat, 13 November 2015 19:48 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Destinasi wisata terdapat di Kabupaten Bengkalis, Pantai Rupat di Pulau Rupat diusulkan ke Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau, agar dilirik oleh investor dalam mengembankan potensi pariwisata tahun 2016.

"Kami sudah minta BPMPD, agar masukkan kawasan Pulau Rupat supaya dilirik investor dan sekaligus mengelolanya karena miliki potensi bagus bagi pariwisata," papar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Fahmizal Usman di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan, sejauh ini upaya yang telah dilakukan pihaknya yakni memperkenalkan tujuan wisata Pantai Rupat kepada masyarakat nusantara dan internasional dengan memasukkan dalam daftar promosi pada televisi Kementerian Pariwisata.
Pantai Rupat unggul dengan hamparan pantai pasir putih panjang sekitar 13 kilometer yang masih dikelilingi pohon kelapa, bahkan merupakan pantai dengan pasir putih terpanjang di Indonesia dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia.

Warga setempat di pulau tersebut masih kental dengan budaya lokal terutama bahasa Melayu pesisir dan memiliki kearifan tersendiri yang dianggap menjadi daya tarik bagi setiap pengunjung.

Pasir dengan pantai berwarna putih dan bersih, sehingga membuat pengunjung nyaman untuk berjemur atau bermain bola voli pantai. Air lautnya sangat jernih, seolah-olah mengajak para pengunjung berenang atau menyelam dan olah raga air.

"Pemandangan pulau-pulau sekitarnya seperti Pulau Ketam, Pulau Mentete dan Pulau Baru dengan latar hutan pinus tertata rapi, menambah daya eksotik kawasan pantai itu. Bila cuaca cerah di siang hari, maka pengunjung dapat melihat Malaysia dari kejauhan,"
Untuk menuju pulau ini, kata Fahmizal, dapat diakses dengan mudah menggunakan alat transportasi laut seperti kapal motor roro dari Dumai menuju Rupat sekitar 30 menit.

Sedangkan dari Kota Pekanbaru, lanjut dia, para pengunjung bisa naik kapal penumpang menyusuri Sungai Siak dan berhenti di Bengkalis. Lalu menyewa speed boat atau kapal kecil atau menempuh perjalanan darat Pekanbaru-Dumai sekitar 5 jam.

"Memang di Rupat masih minim iven, padahal itu saya salah satu cara efektif untuk menarik pengunjung. Seperti beberapa waktu lalu Festival Pantai Rupat di Pantai Persona mulai tanngal 25 sampai 26 Juli 2015," ucap dia.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengakui pengembangan wisata di Pulau Rupat kini terkesan lamban dan jalan di tempat karena minim perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis, Edwar mengatakan, salah satu kendala yakni pemkab alami kesulitan dalam melakukan promosi destinasi wisata pantai di Pulau Rupat.

"Jika tidak percaya, silahkan cari di internet 88 kawasan strategis di Riau. Pantai Rupat kita itu, masuk urutan 48. Tapi faktanya, kami masih merangkak untuk mengembangkan potensi wisata itu," katanya.

Padahal, lanjut dia, dengan kebijakan pemerintah pusat kembali menambah jumlah negara penerima fasilitas bebas visa kunjungan menjadi 90 negara, maka akan berdampak positif bagi Pantai Rupat.

"Kami sudah lakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Segala cara sudah kami lakukan, tapi tetap saja saat ini hasilnya belum memuaskan," terang Edwar.

Pemerintah kembali tambah jumlah negara penerima fasilitas bebas visa kunjungan. Jika pertengahan tahun lalu, negara penerima fasilitas itu awalnya mencapai 15 negara menjadi 45 negara, tapi mulai Oktober tahun ini menjadi 90 negara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penambahan jumlah negara tersebut resmi dilakukan mulai 21 September kemarin.

"Terakhir rencana 47 negara, tapi akhirnya jadi 45 negara," kata Arief



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026