
Dua Helikopter Di Riau Digeser Ke Sumsel

Palembang, (Antarariau.com) - Dua unit helikopter jenis kamov akan digeser ke Sumatera Selatan untuk memaksimalkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang hingga hari ini masih terpantau terdapat 105 titik api.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangile di Palembang, Selasa, yang dijumpai sebelum keberangkatan ke Ogan Komering Ilir, mengatakan, armada udara di Sumsel harus ditambah karena jumlah titik api dalam dua hari ini cenderung bertambah.
Berdasarkan data dari citra satelit Selasa pagi, terdapat 105 titik api dari semula 45 titik api. Dari total titik api itu, sebanyak 95 tersebar di OKI dan sisanya di Ogan Ilir dan Musi Banyuasin.
"Hari ini sudah saya perintahkan untuk digeser karena status bencana di Pekanbaru, Riau, juga sudah diturunkan," kata dia. Ia menerangkan, dengan tambahan dua helikopter water bombing ini maka kekuatan armada udara di Sumsel terdiri dari delapan helikopter (dua unit yang masih proses perbaikan).
Armada udara di Sumsel juga terdiri dari dua pesawat sewa asal Rusia Be-200 (bantuan Sinar Mas) yang disiagakan di Pangkal Pinang, dan tiga pesawat Air Traktor.
Tak hanya mengevaluasi kekuatan armada udara di Sumsel, Willem juga telah menginstruksikan pemindahan dua helikopter di Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah. Sehingga kekuatan di Palangkaraya berjumlah 7 unit helikopter water bombing.
"Kondisi di Kalteng sementara ini sudah ada perbaikan. Data terakhir, sudah tersisa 79 titik api," ujar Willem.
Sementara ini upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan pemerintah bekerja sama dengan kalangan swasta.
Hujan yang belum merata dan munculnya titik hotspot baru di luar area gambut menjadi persoalan baru yang dihadapi personel di lapangan.
Pewarta : Antara Riau
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

