Logo Header Antaranews Riau

Titik Api Di Indragiri Hilir Nol

Selasa, 15 September 2015 16:06 WIB
Image Print

Tembilahan, (Antarariau.com)- Kepala Bagian Humas Setdakab Indragiri Hilir, Provinsi Riau menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Lingkungan Hidup setempat saat ini di daerah itu nol titik api.

"Berdasarkan pantauan di lapangan dan satelit, saat ini titik api di daerah kita nol," kata Kepala Bagian Humas Setdakab Indragiri Hilir Ahmad Ramani di Tembilahan, Selasa.

Dia mengatakan meski saat ini kabut asap masih terlihat menyelimuti Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir yaitu Tembilahan, namun hal itu bukanlah produksi dari wilayah setempat.

"Diduga kabut asap ini merupakan kiriman dari kabupaten dan provinsi tetangga, dari arah selatan adalah Kabupaten Indragiri Hulu, kemudian dari barat berasal dari Provinsi Jambi," jelasnya.

Selain itu dia menyampaikan bahwa selama ini pemerintah daerah selalu cepat tanggap dalam setiap kebakaran lahan, seperti penugasan anggota BPBD dilokasi rawan kebakaran serta surat edaran dari Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan.

"Hal ini tentunya dilaksanakan dengan tujuan mengurangi dampak kabut asap yang nota bene menyengsarakan masyarakat dan berdampak kepada penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Indragiri Hilir merupakan daerah gambut yang rawan dengan kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Indragiri Hilir terdiri dari 20 kecamatan, dan sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan rentan Karhutla, misalnya di daerah Kecamatan Kemuning, Reteh dan Mandah," ujarnya.

Kemudian dia menyampaikan bahwa dalam surat edaran tentang penanganan bencana kabut asap di Kabupaten Indragiri Hilir, bupati mengimbau kepada masyarakat luas untuk menghentikan aktivitas membakar lahan atau hutan untuk alasan apapun.

"Bupati juga mengimbau kepada alim ulama, ustadz dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif kabut asap bagi kesehatan yang ditimbulkan dari membakar hutan dan lahan," katanya.

Dia berharap dengan himbauan ini masyarakat, perusahaan atau lembaga apapun tidak ada lagi yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan, karena hal itu sangat merugikan masyarakat luas.

"Semoga masalah kabut asap ini dapat segera ditangani," katanya. (Adv)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026