
Diskes Pekanbaru Abatesasi Ribuan Rumah Warga

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, mengatakan sudah melakukan abatesasi bagi ribuan sumur dan sumber air warga yang ada di 58 Kelurahan di wilayah itu, guna mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Abate disebar melalui 1.227 kader juru pemantau jentik (jumantik)," kata Kadiskes, Kota Pekanbaru, Helda S Munir, di Pekanbaru, Selasa.
Kata dia pemberian abate ini juga dilakukan gratis dan bisa di dapat pada setiap Puskesmas yang ada. Gunanya untuk mencegah penampungan air dijadikan sarang perteluran nyamuk.
Menurut dia, upaya pencegahan penyebaran DBD terus dilakukan pihaknya, baik secara promotif maupun preventif.
Bidang promotif terangnya, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran Diskes ke Puskesmas untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan penyebaran DBD.
Ada juga surat wali kota kepada organisasi, FKUB, gereja dan masjid, berisikan imbauan untuk memberikan ceramah yang berkaitan dengan ajakan kepada masyarakat cara hidup sehat dan bersih untuk mencegah DBD.
Bidang preventif, papar dia, pihaknya sudah mengerahkan kader jumantik yang jumlahnya 1.227 orang di 58 Kelurahan untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.
Selain juga melakukan fogging massal pada enam Kecamatan endemik yang ada di 35 Kelurahan Pekanbaru.
"Fogging dilakukan jika ada laporan di tempat itu terdapat nyamuk, dan warga yang positif DBD," paparnya.
Namun menurut dia, dari semua upaya tersebut pencegahan adalah cara yang terbaik yakni dengan menerapkan 3 M plus. Dimana arti M pertama adalah setiap rumah tangga di mintakan untuk menguras setiap penampungan air yang ada di rumah mereka, seperti bak mandi, tempat air minum, pot bunga akuarium dan sebagainya.
Kemudian M kedua, artinya mengumpulkan barang bekas yang berbentuk wadah dan beruang untuk mencegah sarang nyamuk, baik kaleng dan botol bekas. Lalu M ketiga, lalu proses penguburan agar tidak bisa digenangi air saat hujan.
"Jika dilakukan cara 3M plus ini sangat ampuh menekan DBD," katanya.
Apalagi dengan terbatasnya jumlah tenaga medis dan Puskesmas, sementara jumlah penduduk Pekanbaru sudah mencapai 1,3 juta jiwa.
"Peran serta masyarakat sangat di perlukan memutus mata rantai DBD," katanya.
Dia menambahkan kondisi cuaca yang memasuki pancaroba saat ini, yang telah menyebabkan Pekanbaru rawan sekali terjangkit DBD, ini terbukti hingga minggu ke enam tahun 2015 ini sudah 160 warga yang terjangkit. Dari jumlah tersebut ada tiga orang yang telah meninggal dunia.
"Jika dibandingkan tahun lalu pada periode sama jumlah DBD saat ini meningkat dua kali lipat," katanya.
Pewarta : Vera Lusiana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

