Logo Header Antaranews Riau

P4S Sarana Cetak Petani Andal

Senin, 19 Januari 2015 16:21 WIB
Image Print

Siak Hulu, (Antarariau.com) - Bupati Kampar H Jefry Noer menyatakan, Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubangjaya, Kecamatan Siak Hulu telah mampu menjadi tempat belajar dan mendapatkan bekal keterampilan bagi petani dan warga sehingga sudah banyak yang menjadi petani andal.

Hal itu dikatakan bupati saat menerima kunjungan staf ahli Menteri Pertanian Mukti Sardjono dan peletakan batu pertama pembangunan irigasi bagi kelompok tani di Desa Kuok Kecamatan kuok, di Kuok, Senin (19/1).

Staf Ahli kementerian pertanian RI Mukti Sarjono yang membawahi bidang percepatan peningkatan tanaman padi, jagung dan kedelai bersama perwakilan Pimpinan Bank Mandiri, bank BRI, Bank Riau Perwakilan Pekanbaru, bank Riau Kampar, Kadis Pertanian Propinsi Pekanbaru menunjungi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubangjaya Kecamatan Siak Hulu.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Kampar H Jefry Noer menjelaskan, P4S Kubangjaya banyak dikunjungi oleh pejabat pusat dan daerah untuk melihat langsung program pemberian bekal keterampilan bagi petani dan ibu.

Rombongan Staf Ahli yang baru datang dari bandara Sultan Syarif Kasim langsung disambut Bupati Kampar H.Jefry Noer bersama Ketua TP PKK yang juga anggota DPRD Propinsi Riau Hj.Eva yuliana Jefry itu setiba di P4S langsung berkunjung ke lokasi peternakan sapi kemudian Jefry Noer menjelaskan soal pakan ternak sapi yang dihasilkan dari mesin Cooper blender kapasitas 1 ton perjam.

Pakan dihasilkan dari pelepah sawit, kemudian dilebur pakai mesin penghancur cooper blender, untuk dapat siap jadi makanan ternak diolah lagi dan caranya ada dua macam cara olahan pertama dicampur dedak, ada juga gula merah dan lain campuran fermentasi atau dengan dijemur serta dicampur naura dan nutrisi.

Pakan ternak yang dihasilkan sudah diujicoba di P4S, kata Jefry menerangkan dan hasilnya luar biasa. Sapi cepat gemuk bisa dan dalam dua bulan pertambahan daging sudah signifikan
dan bila ini berjalan baik maka Insha Allah Kampar bisa memenuhi kebutuhan daging dalam setahun ini.

Usai dari ternak sapi itu staf ahli kementerian pertanian melihat perkebunan tanaman bawang. Ditu Jefry menjelaskan masalah cara tanam bawang, mulai dari bibit bawang yang sudah di hasilkan sendiri oleh Kampar, pengolahan tanah agar Ph nya harus di atas 6 karena kalau di bawah 6 maka hasil bawang akan kerdil dan hal ini pun sudah dibuktikan di P4S hingga hasil bawang bisa dalam satu hektarenya menghasilkan sampai 23 ton.

Ditempat pelatihan menjahit, Jefry menjelaskan ide dasar di buat pelatihan menjahit bagi kaum perempuan yang menganggur adalah karena kebutuhan baju sekolah SD saja di Kampar ini mencapai 166 ribu helai pertahun, belum lagi kebutuhan baju untuk SMP dan SMA.

Kalau hal ini sudah dapat di penuhi Kampar, berapa banyak tenaga kerja dapat terbantu bahkan ekonominya terangkat,kata Jefry. Karena itu di tempat pelatihan menjahit kaum perempuan dilatih untuk mencari uang bukan hanya pintar menjahit semata.(Adv)



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026