Logo Header Antaranews Riau

Diskop Riau Klaim UMKM Siap Hadapi MEA

Selasa, 20 Januari 2015 12:35 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau mengklaim para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu telah siap dalam menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015.

"UMKM kita itu kan berada di posisi terdepan dari letak geografis karena provinsi ini berhadapan dengan negara Malaysia. Sebetulnya sebelum ada MEA pun, UMKM kita sudah siap," papar Kepala Diskop dan UKM Provinsi Riau Indra Bangsawan di Pekanbaru, Selasa.

Dia mengatakan, dekatnya jarak antara Provinsi Riau, Indonesia dengan Malaysia dapat ditempuh jika menggunakan jalur laut sekitar tiga jam perjalanan dari Pelabuhan Dumai menuju Port Klang, Penang melalui jalur laut atau pelabuhan lain sejumlah daerah di Riau.

Bila melalui udara, maka jarak tempuh hanya 50 menit dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Bandara Antarbangsa Kuala Lumpur atau Lapangan Terbang Antarbangsa Melaka.

"Ini kan tentunya ketika mereka datang ke Riau, pulangnya kan membawa oleh-oleh khas provinsi ini. Dan itu, bisa memacu tumbuh dan kembagnya para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Riau," ucapnya.

Di lain sisi, lanjut dia, sebelum menhadapi perberlakuan MEA akhir tahun ini seperti UMKM di provinsi tersebut masuk. Misalnya contoh di pusat perbelanjaan seperti Pasar Bawah, Kota Pekanbaru yang banyak ditemui produk-produk hasil UMKM.

Sebagian besar atau hampir 70 persen pelaku UMKM di provinsi itu berada pada sektor pertanian terutama perkebunan baik sawit maupun karet, sedangkan sektor-sektor yang lain seperti industri, kerajinan, makanan dan minuman dengan persetase tergolong kecil.

Berdasarkan data terakhir Diskop dan UKM Provinsi Riau sedikitnya terdapat 525.900 usaha dari berbagai sektor dan jenis pada 12 kabupaten/kota terdiri dari 369.140 usaha mikro, 149.633 usaha kecil dan 7.127 usaha menengah.

"Walau pun bentuk MEA itu bagi UMKM harus bersaing, siap atau tidak siap, UMKM kita itu harus siap bersaing," kata Indra, menegaskan.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga sebelumnya optimistis berbagai jenis barang maupun komoditas hasil produksi sektor koperasi usaha kecil dan menengah mampu bersaing pada saat pasar bebas yang mulai berlaku pada tahun 2015.

"Banyak produk buatan usaha kecil dan menengah yang pemasaran sudah menjangkau pasar ekspor. Jadi produk mereka sudah memiliki daya saing," kata Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga.



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026