
Diskes Pekanbaru Waspadai Peningkatan DBD

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan akan peningkatan penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) dengan tibanya musim hujan.
"Biasanya menjelang akhir tahun begini ada kecendrungan kasus meningkat," kata Kadiskes Pekanbaru Helda S Munir di Pekanbaru, Kamis.
Helda menambahkan dibeberapa wilayah Pekanbaru mulai tergenang air yang merupakan tempat pembiakan nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan DBD.
Paskamusim penghujan, beberapa penyakit biasanya jumlahnya meningkat termasuk DBD.
Helda mengatakan telah mengintruksikan puskesmas agar proaktif terhadap laporan warga yang mengidap penyakit DBD itu.
"Kita mintakan setiap ada kasus DBD agar dilaporkan segera," ujarnya.
Tujuannya adalah untuk segera dilakukan antisipasi sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) yang berlaku dan juga untuk memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
"Penanganannya (untuk DBD) bisa dilakukan fogging (pengasapan) jika ada kasus," kata Helda.
Selain melakukan pelaporan, Helda juga berharap semua Camat dan Lurah di wilayah masing-masing dapat mengintensifkan gotong royong untuk membersihkan tumpukan sampah sehingga tidak ada genangan air yang dapat digunakan sebagai sarang nyamuk.
"Terutama wadah yang terbuka itu harus dibersihkan karena bisa menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti," saran dia.
Sejak Januari-November, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat 84 kasus DBD dengan jumlah terbanyak kasus dari warga pemukiman padat di Tampan dan Payung Sekaki.
"Jumlah ini tiap tahun trendnya menurun dari sekitar seratusan lebih tahun 2012, hingga kini tidak mencapai segitu," katanya.
Penurunan itu antara lain merupakan hasil dari ditetapkannya jaringan petugas juru pemantau jentik (jumantik) disetiap RT/RW.
"Jumlah mereka (jumantik) ratusan, tugasnya mengantisipasi perkembangbiakan jentik nyamuk," kata Helda. (KR-NTY)
Pewarta : Antara Riau
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

