Logo Header Antaranews Riau

Dinkes Kampar Fogging Dua Kecamatan

Rabu, 22 Oktober 2014 18:12 WIB
Image Print

Bangkinang Kota, (Antarariau.com) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau melakukan penyemprotan (fogging) terhadap nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) selama dua minggu sejak Rabu (15/10) di Kecamatan Tapung Hulu dan Salo. Penyemprotan dilakukan setelah mendapatkan laporan satu warga meninggal dunia, tiga warga dirawat di rumah sakit.

"Penyemprotan dilakukan setelah mendapatkan laporan ada kasus DBD di tiga desa di Kecamatan Tapung Hulu, Dusun Suka Damai Desa Rimba Beringin, Dusun III Desa Bukit Kemuning, Desa Sumber Sari dan di Desa Terang Bulan Kecamatan Salo," kata Arman Syaiful, Pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Rabu (29/10).

Dia menjelaskan, satu orang warga Dusun Suka Damai Desa Rimba Beringin meninggal dunia, dan ditemukan dua warga di Desa Bukit Kemuning Kecamatan Tapung Hulu positif DBD, satu warga di Desa Sumber Sari, satu warga di Desa Sialang dan dua di Desa Terang Bulan Kecamatan Salo.

Ia menjelaskan, penyemprotan dan pemberian abate dilakukan selama dua minggu sejak Rabu (15/10) di Dusun III Desa Bukit Kemuning, di Desa Sumber Sari dilakukan Senin (20/10), selama dua hari sejak Rabu (22/10) tiga dusun di Desa Rimba Beringin dan (28/10) di Dusun Terang Bulan Desa Salo.

"Meskipun tidak ditemukan kasus DBD, pihak Dinas Kesehatan juga melakukan penyemprotan di Dusun IV Desa Rimba Beringin atas permintaan warga dan kepala desa setempat untuk antisipasi," jelasnya.

Arman menerangkan, petugas melakukan penyemprotan mulai pukul 06.00 WIB sebab waktu munculnya nyamuk DBD itu antara pukul 07.00 WIb sampai pukul 11.30 WIB, "Kami terpaksa bermalam di Kecamatan Tapung Hulu sebab untuk melakukan penyemprotan di satu desa Rimba Beringin itu tidak cukup satu hari," ujarnya.

"Satu warga kami di Dusun Suka Damai, Wulan (12) meninggal dunia dan ada dua orang tetangganya juga dibawa ke Rumah Sakit Santa Maria," ujar Kepala Desa Rimba Beringin, Riyanto.

Kepala Dinas Kesehatan, Herlyn Rahmola dikonfirmasi belum mengetahui pasti kasus warga yang terserang DBD itu, "Untuk data pastinya nanti saya cek dulu ke purkesmas setempat," kata dia. (Adv).



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026