
Media AS: Hizbullah Siap Menyetujui Gencatan Senjata Penuh dengan Israel

Jakarta (ANTARA) - Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menyebut bahwa Hizbullah siap untuk melakukan gencatan senjata penuh dan segera dengan Israel, seperti dilaporkan media Amerika Serikat (AS) Axios, Senin (1/6).
Penasihat utama Berri, Ali Hamdan, juga menyebut bahwa Berri menyampaikan hal itu kepada Pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Berri pun disebut akan menjamin pelaksanaan hal tersebut.
Baca juga: Iran Ancam Hentikan Negosiasi dengan AS Jika Israel Terus Serang Lebanon
"Saya menelepon duta besar AS untuk Beirut, Michel Issa, pada Minggu (31/5) dan mengatakan kepadanya atas nama Ketua Parlemen Berri bahwa Hizbullah akan siap untuk berkomitmen sepenuhnya terhadap gencatan senjata yang menyeluruh, dan kami siap untuk menjaminnya," kata Hamdan kepada Axios.
Berri mengusulkan gencatan senjata di darat, udara, dan laut, di mana Israel juga akan berkomitmen untuk menghentikan penghancuran rumah-rumah di Lebanon selatan.
Menurut laporan itu pula, para pejabat AS telah mengatakan kepada Berri bahwa mereka tidak yakin Netanyahu akan setuju, mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut.
Pejabat AS dan Israel juga mempertanyakan apakah Berri benar-benar dapat menjamin kepatuhan Hizbullah, meski dia dianggap sebagai salah satu politisi Syiah paling berpengaruh di Lebanon dan memiliki hubungan dekat dengan Hizbullah, kata laporan itu.
Baca juga: Dua tewas, 10 luka-luka akibat serangan Israel di Lebanon selatan
Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim News Agency, pada Senin melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan pertukaran pesan dengan Washington melalui mediator sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel di Lebanon.
Pewarta : Xinhua
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

