Logo Header Antaranews Riau

Hampir 70% Warga AS Khawatir Perang dengan Iran Kian Memburuk

Senin, 13 April 2026 11:38 WIB
Image Print
Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa (7/4/2026) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan. (ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/tom.)

Moskow (ANTARA) - Hampir 70 persen warga Amerika Serikat menyatakan khawatir atas konflik antara AS dan Iran, menurut survei YouGov bersama CBS News yang dirilis Minggu.

Sebanyak 68 persen responden memilih kata “khawatir” untuk menggambarkan perasaan mereka, 57 persen mengaku merasa tertekan, dan 54 persen menyatakan marah.

Survei itu juga menunjukkan 59 persen warga menilai konflik berjalan “agak buruk” atau “sangat buruk” bagi AS, naik dua poin dibanding 22 Maret.

Baca juga: Israel Gempur Lebanon, Iran Pilih Tunda Misi Penting ke Islamabad

Selain itu, 62 persen responden menilai Presiden Donald Trump tidak memiliki rencana jelas terkait konflik tersebut, sementara 66 persen menyebut pemerintah belum menjelaskan tujuan militernya.

Ancaman Trump untuk “menghancurkan peradaban Iran” yang diunggah di Truth Social pada 7 April dinilai negatif oleh 59 persen responden, dengan 47 persen menyatakan sangat tidak menyukai pernyataan tersebut.

Secara keseluruhan, 64 persen warga AS tidak menyetujui cara Trump menangani situasi dengan Iran, naik dua poin dari survei sebelumnya.

Sebanyak 61 persen memberi penilaian negatif terhadap kinerja Trump.

Baca juga: Indonesia Kutuk Serangan Israel di Lebanon, Tekankan Pentingnya Redam Konflik

Survei dilakukan pada 8–10 April terhadap 2.387 orang dewasa di AS, dengan margin kesalahan 2,4 poin persentase.

Konflik memanas sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pada Selasa, Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan Iran.


Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026