Logo Header Antaranews Riau

Disbun Riau targetkan 11.600 ha kebun kelapa sawit rakyat ikut PSR didanai BPDPKS

Kamis, 19 Februari 2026 20:18 WIB
Image Print
Ilustrasi Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementrian Pertanian RI Andi Nur Alamsyah saat kick off tanam perdana percepatan program PSR di Tapung Hilir, Kampar. ANTARA/Annisa Firdausi

Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Perkebunan Provinsi Riau menargetkan peremajaan 11.600 hektare (ha) kebun kelapa sawit masyarakat dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dibantu Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, target sebanyak 11.600 ha PSR di Riau tersebut akan dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap pertama seluas 5.000 ha yang tersebar di kabupaten/kota di Riau.

“Untuk tahun 2026 ini, target PSR di Riau seluas 11.600 ha, Namun tahap pertama ini seluas 5.000 ha terlebih dahulu,” katanya di Pekanbaru, Kamis.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengajak para petani di Riau untuk memanfaatkan program dari pemerintah tersebut. Caranya yakni dengan melengkapi persyaratan-persyaratan yang diperlukan.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni tidak berada dalam kawasan hutan. Kemudian memiliki legalitas kelembagaan, mulai dari surat keterangan ganti rugi hingga surat keterangan tanah.

Selain itu lahan tidak dalam sengketa atau tumpang tindih kepemilikan serta tidak berada dalam kawasan hutan, hak guna usaha perusahaan dan gambut.

Untuk syarat selanjutnya yakni memiliki rekening pribadi, karena nantinya bantuan dana PSR akan langsung masuk ke rekening masing-masing petani. Setelah itu satu ha lahan akan dibantu sebesar Rp60 juta.

"Satu petani bisa maksimal mendapatkan bantuan hingga empat ha,” sebutnya.

Syarat sebagai petani yakni warga negara Indonesia, memiliki kartu tanda penduduk dan berusia minimal 17 tahun, serta memiliki kartu keluarga (KK). Lalu mengisi formulir surat kuasa bermaterai serta fotokopi KTP suami istri dan KK.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026