Logo Header Antaranews Riau

Di Tengah Imlek dan Ramadan, Lapas Bengkalis Jaga Hak Silaturahmi Warga Binaan

Senin, 16 Februari 2026 13:57 WIB
Image Print
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis memastikan layanan kunjungan tatap muka tetap meski bertepatan dengan libur panjang nasional, perayaan Imlek, dan persiapan menyambut bulan suci Ramadan. (ANTARA/Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Di balik tembok tinggi dan pintu besi yang kokoh, kehangatan silaturahmi tetap menemukan jalannya. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis memastikan layanan kunjungan tatap muka tetap dibuka pada Senin (16/02), meski bertepatan dengan libur panjang nasional, perayaan Imlek, dan persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Sejak pagi hari, suasana Lapas Bengkalis tampak lebih ramai dari biasanya. Keluarga warga binaan datang dengan raut wajah penuh harap, membawa kerinduan yang tertahan waktu. Bagi mereka, pertemuan singkat ini menjadi momen berharga untuk saling menguatkan.

Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Trilaksono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap berdedikasi memberikan pelayanan terbaik. Menurutnya, komitmen ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan, kedisiplinan, sekaligus nilai kemanusiaan di lingkungan pemasyarakatan.

"Di tengah meningkatnya jumlah pengunjung, jajaran Lapas Bengkalis tetap bersiaga penuh. Pelayanan dijalankan dengan pembagian jadwal khusus, yakni hari Senin untuk kunjungan perkara narkotika dan hari Rabu untuk perkara non-narkotika, sebagai upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama," ujarnya.

Dikatakannya,Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Pembagian jadwal dinilai efektif untuk mengurai kepadatan, sekaligus memastikan setiap keluarga memperoleh kesempatan bertemu secara layak. Di sisi lain, pengawasan ketat dan standar operasional prosedur keamanan tetap dijalankan tanpa kompromi.

"Meski berada di tengah suasana libur, profesionalisme tetap menjadi prioritas utama demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif," kata Priyo.

Momentum libur Imlek yang berdekatan dengan datangnya Ramadan dimanfaatkan banyak keluarga untuk memberikan dukungan moral. Doa, nasihat, dan senyum sederhana menjadi penguat batin bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan.

Kebijakan membuka layanan kunjungan ini merupakan wujud nyata pemenuhan hak warga binaan untuk tetap terhubung dengan dunia luar, terlebih pada hari-hari besar keagamaan. Komunikasi dengan keluarga diyakini mampu menumbuhkan semangat perubahan dan introspeksi diri.

"Dengan pengaturan yang tertib, suasana kunjungan pun berlangsung lebih nyaman. Tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga sarat dengan nilai toleransi antarumat beragama yang tercermin dari beragam latar belakang para pengunjung," ujarnya mengakhiri.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026