Logo Header Antaranews Riau

Kampar Perlu ColdStorage Untuk Stabilitas Harga Bawang

Minggu, 8 Juni 2014 17:19 WIB
Image Print

Bangkinang kota, (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan peninjauan tempat penyimpanan bawang merah (cold storage) di Desa Ender Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Jumat (6/6) untuk membantu mengatasi persoalan fluktuasi harga bawang merah salah satu kebutuhan pokok yang sering menjadi persoalan menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lemari pendingin untuk mengantisipasi stabilitas harga ke depan pada saat panen raya tiba diperlukan karena sering kali terjadi harga jual merosot drastis apalagi umur tanaman ini tidak tahan lama disimpan, begitu sebaliknya pada waktu gagal panen atau sedang tidak musim lonjakan harga drastis tidak dapat dihindari sehingga menyulitkan para petani

“Dalam rangka menyelamatkan hasil panen bawang merah karena tidak bisa disimpan terlalu lama maka diperlukan coldstorage atau tempat penyimpanan khusus bawang agar bisa tahan lama dan tidak rusak atau busuk disamping itu untuk antisipasi harga yang cepat naik dan turun sehingga walaupun ketika musim panen bawang tiba harga jual tetap stabil, Persoalan yang membuat kekhawatiran dan perlunya solusi ini harus diatasi dari sekarang,” kata Jefry Noer sepulangnya berkunjung ke Bupati meninjau ke tempat itu bersama Wakil Ketua DPRD Kampar Hj.Eva Yuliana, Pimpinan Bank Bukopin Perwakilan Pekanbaru Agus Pambudi, Pimpinan Bank Indonesia perwakilan Pekanbaru Mahdi serta Ketua Dewan Bawang merah Nasional (Debnas) Sunarto Atmo Taryono.

Lebih jauh Jefry Noer menjelaskan tahun ini direncanakan akan menanam bawang merah seluas 110 hektar yang tersebar di seluruh Kecamatan namun tentu melalui seleksi wilayah dan syarat lokasi yang cocok untuk tanaman bawang.

Karena itu perlunya coldstorage dan terjaganya kestabilan harga bawang merah, agar para petani bawang merah merasa terjamin soal harga jual bawang ketika mereka panen nanti begitu juga masalah tempat penampungan hasil panen bawang karena untuk antisipasi kalau hasil panen tidak bisa langsung terjual semua.

Kepala Dinas Pertanian Kampar Cokroaminoto menjelaskan pembangunan coldstorage sudah direncanakan dan dimasukkan anggarannya pada APBD perubahan tahun ini disamping itu juga diupayakan melalui bantuan dari Kementerian Pertanian pembangunan coldstorage, ujarnya.

Untuk penanaman bawang di seluruh Kecamatan akan dilakukan evaluasi terhadap lokasi lahan dan calon petani karena harus memenuhi syarat seperti lokasi tanah, terpenuhinya air atau pengairan tanaman bawang dan yang lebih penting kesungguhan dari petani bawang untuk itu akan diseleksi dan terlebih dahulu petani akan di latih agar paham bagaimana cara menanam bawang agar berhasil kepada petani bawang yang sudah terlatih dan sudah berhasil, kata Cokro. (Adv)



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026