
Supertanker "pelanggar" dihantam di Selat Hormuz, kebakaran pecah

Teheran (ANTARA) - Ketegangan kembali memuncak di Selat Hormuz. Sebuah kapal supertanker berkapasitas hingga 2,5 juta barel minyak dilaporkan dihantam proyektil tak dikenal saat melintasi perairan strategis tersebut, Kamis (1/10) malam. Kapal kemudian terbakar di sekitar 8 kilometer dari lepas pantai Oman.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan kapal tersebut diduga melanggar aturan pelayaran karena menggunakan rute tidak resmi di sisi selatan jalur pelayaran Selat Hormuz.
Insiden tersebut turut dikonfirmasi UK Maritime Trade Operations (UKMTO). Dalam pernyataannya, UKMTO mengatakan telah menerima laporan pihak ketiga mengenai sebuah kapal tanker yang dihantam proyektil tak dikenal ketika sedang melintasi Selat Hormuz. Serangan itu disebut memicu kebakaran di atas kapal.
Meski demikian, laporan awal menyebutkan seluruh awak kapal selamat. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum diketahui secara pasti tingkat kerusakan kapal maupun kemungkinan dampak lingkungan akibat insiden tersebut.
Sejumlah tanker dilaporkan kembali dihantam
Mengutip Otoritas Selat Teluk Persia Iran, Fars melaporkan bahwa sejumlah kapal tanker minyak telah dihantam di kawasan Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Tiga kapal tanker yang terakhir dilaporkan terkena insiden disebut dimiliki atau disewa oleh Uni Emirat Arab (UEA).
Serangkaian insiden tersebut menambah ketegangan di salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia, yang menjadi jalur penting bagi lalu lintas energi global.
Iran perketat pengawasan Selat Hormuz
Iran disebut memperketat kendalinya atas Selat Hormuz sejak 28 Februari, termasuk menutup jalur aman bagi kapal yang dimiliki atau memiliki keterkaitan dengan Israel dan Amerika Serikat.
Langkah tersebut dilakukan setelah serangan gabungan terhadap wilayah Iran.
Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam perdagangan energi dunia. Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan perhatian besar terhadap keamanan pelayaran dan pasokan minyak global.
Pewarta : Xinhua
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

