Logo Header Antaranews Riau

Harga cabai merah meroket, inflasi di Riau pada September 2026 sebesar 0,64 persen

Jumat, 2 Oktober 2026 14:18 WIB
Image Print
Ilustrasi penjual cabai merah di salah satu pasar Kota Pekanbaru yang merupakan komoditas dengan andil inflasi terbesar pada September 2026. ANTARA/Indah PS

Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat inflasi bulanan (month to month) daerah setempat pada September 2026 sebesar 0,64 persen dan secara nasional berada pada posisi ke-10 dari 38 provinsi.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Riau, Fitri Hariyanti dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Kamis, mengatakan inflasi tersebut lebih tinggi dari tingkat nasional yang mencapai 0,30 persen. Dari 38 provinsi di Indonesia sebanyak 36 mengalami inflasi dan dua daerah yang terjadi deflasi.

'Inflasi bulanan Riau September 2026 sebesar 0,64 persen, secara tahunan (year on year) 2,79 persen, dan tahun kalender 1,84 persen," katanya.

Dia menjelaskan inflasi bulanan Riau 0,64 persen disebabkan sejumlah kelompok besar pengeluaran. Kelompok yang paling memberikan andil adakah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,28 persen.

Lebih lanjut dikatakannya komoditas utama penyebab inflasi bulan September yang memberikan andil cukup besar pertama yakni cabe merah dengan andil 0,49 persen. Saat ini harga Cabai merah di Pekanbaru sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram.

"Kemudian ayam hidup 0,05 persen, cabe rawit 0,04 persen, mobil 0,03 persen, ikan serai 0,03 persen, tarif pendidikan tinggi 0,02 persen," ujarnya.

Kemudian untuk inflasi tahunan, Riau berada di posisi 33 dengan nilai 2,79 persen dan di bawah nasional yang sebesar 3,28 persen. Angka inflasi itu lebih rendah dari Agustus 2026 ataupun September 2025.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan minuman dan tembakau juga memberikan andil tertinggi yakni 0,69 persen. Diikuti transportasi 0,59 persen, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,62 persen

"Untuk komoditas yang menyebabkan inflasi masih emas perhiasan sebesar 0,50 persen, daging ayam ras kenaikan andil 0,21 persen, bensin 0,17 persen, ayam hidup 0,13 persen dan, cabai rawit 0,12 persen," ungkapnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026