Logo Header Antaranews Riau

Eva: Atasi Segera Kabut Asap

Kamis, 13 Maret 2014 13:12 WIB
Image Print

Bangkinang (Antarariau.com) - Tebalnya kabut asap yang sangat mengganggu seluruh aktivitas masyarakat membuat pemerintah dan legislator di Kabupaten Kampar angkat bicara untuk segera melakukan langkah penanggulangan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Hj Eva Yuliana, SE, meminta pemerintah segera mencari solusinya dan menggelar sholat istisqo. "Mari kita sama-sama introspeksi diri dan mengajak semua element masyrakat terlebih kepada Pemerintah Daerah dan Departemen Agama bersama-sama melaksanakan Sholat Istisqo, " katany.

Disampaikannya, mudah-mudahan dengan memohon dan berdoa bersama kepada Allah diturunkan hujan agar musibah kabut asap segera berakhir sehingga semua kegiatan dapat berjalan dan kembali normal. Bencana kabut asap kian parah di Kampar membuat semua masyarakat langsung terkena dampaknya baik aktifitas kerja, dunia pendidikanpun ikut terganggu aktifitasnya apalagi masalah kesehatan yang mendera sebahagian masyarakat.

Tidak sedikit masyarakat terlebih anak-anak yang terkena penyakit paru-paru, terbanyak penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (Ispa), ia meminta agar Pemerintah bersama DPRD serta semua element masyarakat dapat menyikapi masalah ini.

Karena itu, ia mengajak semua stakeholder mencarikan solusi untuk mengatasi kabut asap kiriman yang melanda Propinsi Riau juga Kabupaten Kampar yang sampai hari ini semakin menebal.

"Udara saat ini sangat tidak layak lagi dikonsumsi, sudah pada level berbahaya, saya berharap kepada seluruh masyarakat kalau tidak ada aktivitas penting keluar rumah, maka jangan keluar rumah, dan meminta Dinas Kesehatan serta pemerintah untuk mengantisipasi kabut asap yang kian menebal ini," ucapnya.

Dibidang pendidikan, diharapkan Kepala Daerah meliburkan anak sekolah, sampai pada kondisi udara layak dikonsumsi, jika tidak ini sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak sekolah dan akan menambah daftar
panjang pasien penderita penyakit ISPA atau sejenisnya sebagai dampak kabut asap itu, terang Eva.

Tidak hanya itu, kondisi ini sangat berpengaruh pada aktivitas belajar bagi siswa kelas 3, kelas 6 yang akan ujian, lalu bagaimana mengatasinya, jangan sampai pas ujian kabut asap masih tebal, bagaimana kita mencarikan solusinya, kata Eva.

"Di Kampar tidak ada titik lagi, ini adalah kabut asap kiriman dari negeri tetangga dan Kabupaten tetangga, di Malaysia ada tujuh titik api juga ada dari Kabupaten Bengkalis, Siak dan Pelalawan.

Sementara itu, Drs H Jahawir, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyebutkan, "Minggu lalu, murid diliburkan pada, Selasa (11/3) dan Jumat dan Sabtu, (14-15/3) diliburkan, Kamis hari ini murid masih sekolah karena ada Try Out (TO), besok diliburkan lagi," terangnya.

HM Syukur, M.Ma, Kepala Dinas Kehutanan menyampaikan, "Kampar tidak ada titik api lagi, hanya ada sisa pembakaran di Desa Buluh China, di Desa Rimbo Panjang dekat Pondok Pesantren Putri Kecamatan Tambang api sudah tuntas dipadamkan, ini ada angin dari utara, hingga kabut asap menerpa Riau, " jelasnya.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026