
BMKG: Satelit Tidak Bisa Pantau Titik Api

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan ada kemungkinan satelit yang digunakan untuk memantau titik api di Riau yakni Terra dan Aqua tidak bisa berfungsi dengan baik karena terhalang kabut asap pekat.
"Kalau prediksi kami, ada kemungkinan satelit tidak bisa digunakan untuk memantau karena kemarin telihat cuaca yang gelap di Pekanbaru," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat.
Berdasarkan data yang dikeluarkan BMKG Stasiun Pekanbaru pada Kamis (6/2), pukul 17.00 Wib terpantau di Pulau Sumatera sebanyak 55 titik api dan sebagaian besar terkonsentrasi di Riau dengan jumlah 26 titik api.
Dari 26 titik api itu tersebar pada empat kabupaten di Riau, masing-masing Bengkalis sebanyak 19 titik api, kemudian Indragiri Hilir (4 titik), Siak (2 titik) dan Pelalawan sebanyak 1 titik api.
Secara keseluruhan, lanjut Slamet, titik api di Riau masih terkonsentrasi untuk wilayah Bengkalis. Data tersebut menunjukan kencenderungan menurun berdasarkan pantauan satelit sejak Senin (3/2).
"Namun kabut asap pekat terjadi pada hari ini (Jumat) serta melanda seluruh wilayah udara Pekanbaru dan sekitarnya sejak pagi tadi, bisa jadi kemungkinan penyebaran hari kemarin yang cukup banyak," katanya.
Menurut dia, pada Februari cuacanya relatif lebih kering dari bulan sebelumnya. Sehingga timbulnya potensi makin banyaknya titik api yang dijumpai di Riau bisa terjadi.
"BKMG tugasnya hanya memantau dan memberikan solusi dengan hanya bisa mengimbau saja. Karena udara relatif kering saat ini, maka dimohonkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan," ucapnya.
Pewarta : Muhammad Said
Editor:
Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026

