RAPP menambah 4 lagi bus listrik untuk mencapai iklim positif

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, RAPP

RAPP menambah 4 lagi bus listrik untuk mencapai iklim positif

COO APRIL Eduward Ginting dan Direktur Utama PT Anak Bangsa Kelik Irwanto mengikuti test ride bus listrik yang baru dibeli oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dari PT Mobil Anak Bangsa (ANTARA/HO-RAPP)

Pangkalankerinci (ANTARA) - Berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke energi terbarukan, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) , anak perusahaan dari Grup APRIL, kembali membeli 4 bus listrik (electric bus) tipe MD 12E dari PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Direktur Utama MAB Kelik Irwanto didampingi 4 manajemen MAB langsung mengantarkan 4 bus listrik tersebut ke operasional RAPP di Pangkalan Kerinci. www.aprilasia.com

Serah terima bus listrik rendah emisi dilakukan secara simbolis dengan penyerahan kunci bus listrik unit dan STNK oleh Direktur Utama MAB Kelik Irwanto kepada Chief Operation Officer (COO) APRIL Eduward Ginting di gedung APRIL Learning Institute milik RAPP, Senin (16/1/2023).

Sebelumnya RAPP telah membeli 2 unit bus listrik tipe MD 12E normal floor (NF) dari MAB pada Agustus 2021, dengan penambahan 4 armada transportasi ramah lingkungan ini RAPP sekarang mengoperasikan 6 unit bus listrik untuk operasionalnya di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

Upaya ini dilakukan untuk menekan emisi di lingkungan perusahaan sesuai dengan komitmen APRIL pada keberlanjutan yang disebut APRIL2030. APRIL berupaya untuk mencapai nol emisi pada tahun 2030 dan penggunaan 50% energi bersih dari sumber terbarukan sekaligus untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam aksi perubahan iklim. Pemerintah Indonesia sendiri berupaya pemerintah menurunkan emisi karbon hingga 32% pada tahun 2030.

Foto bersama manajemen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan manajemen PT Mobil Anak Bangsa (MAB) di depan bus listrik yang baru diserahterimakan. (ANTARA/HO-RAPP)


COO APRIL Eduward Ginting mengatakan bahwa APRIL memiliki 5 filosopi (5Cs) dalam menjalankan operasionalnya yaitu Good for Community, Country, Climate, Customer dan Company. Transisi pengunaan armada transportasi berbahan bakar fosil ke transportasi dari energi terbarukan merupakan filosopi perusahaan Good for Climate (iklim).

“Dari sisi strategis perusahaan RAPP sangat konsisten dengan komitmen sustainability salah satunya dengan beralih menggunakan energi terbaru dan terbarukan dari penggunaan bahan bakar fosil. Tentunya kami bangga di awal tahun 2023 ini kami bisa menambah 4 bus listrik, secara total kami sudah mengoperasikan 6 bus listrik. Selain beralih ke bus listrik, RAPP juga sudah menggunakan 10 MW solar panel dan direncakan pada akhir tahun 2023 kita sudah menginstal 26 MW solar panel” jelas Eduward Ginting.

RAPP merupakan perusahaan pertama di Indonesiaa yang memesan bus listik dari MAB, satu-satunya produsen sekaligus prinsipal dalam negeri untuk Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB). Berdiri sejak 2017, MAB telah mendapat persetujuan uji tipe dari Kementerian Perhubungn (Kemenhub) untuk produksi bus listrik.

Direktur Utama MAB Kelik Irwanto memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada RAPP yang merupakan menjadi perusahaan pertama yang membeli bus listrik produksi MAB pada tahun 2021.

“Saya mewakili PT MAB mengucapkan terima kasih kepada PT RAPP atas kepercayaan menggunakan bus lsitrik yang produksi oleh MAB. Hari ini dengan bangga kami menyerahkan 4 bus listrik tipe MD 12E atau cross inter city kepada PT RAPP untuk melengkapi 2 unit yang telah dipesan sebelumnya. MAB terus berkomitmen mengembangkan produk-produk kendaraan listrik, termasuk menghasilkan produk kendaraan listrik yang berkualitas untuk Indonesia yang semakin ramah lingkungan ” ucap Kelik.

Dengan memakai Bus Listrik MAB, RAPP dapat memangkas 25,1 metrik kg karbon monoksida (CO), dan menghilangkan keluaran limbah B3 berupa oli bekas. Dalam perhitungannya, setiap satu liter BBM setara dengan 1,3 kWh listrik. Harga bensin per satu liter sekitar Rp 6.800 hingga Rp 10.000. Sementara itu, tarif listrik per satu kWh hanya sekitar Rp 1.400. Ini berarti, penggunaan kendaraan listrik seperlima lebih murah dibandingkan pemakaian kendaraan dengan BBM.

Pemerintah juga turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan target tersebut dengan beralih menggunakan kendaraan listrik.